Menggunakan HTTPS Pada Web Server Debian

Menggunakan HTTPS Pada Web Server Debian

Debian

    Halo sobat engineers.. bertemu lagi bersama kami di nevtik. Kali ini kita akan membahas mengenai HTTPS pada Debian. Sebelumnya mungkin kalian bertanya – tanya apa sih itu HTTPS dan apa perbedaannya dengan HTTP??. Jadi seperti yang kalian tahu bahwa HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) itu merupakan salah satu protokol yang digunakan dalam proses komunikasi antara server dan klien melalui web yang berfungsi untuk mencari informasi yang terdapat pada website tersebut, sekarang ini munculah protokol baru yang merupakan pengembangan dari HTTP yaitu HTTPS (Hyper Text Transfer Protocol Secure). 
    Jadi HTTPS ini kelebihannya yaitu lebih aman dibandingkan HTTP. Mengapa bisa aman? Karena HTTPS memiliki fitur autentikasi terhadap server, enskripsi data, dan integeritas data. Perlu dicatat bahwa protokol HTTPS ini bukan merupakan protokol yang terpisah dengan HTTPS melainkan protokol HTTP yang dikombinasikan dengan SSL (Secure Socket Layer) sehingga proses dari HTTP akan terenskripsi oleh sertifikat keamanan terlebih dahulu pada SSL. Nah sekarang kita akan mempraktikannya pada web server debian yang telah kita miliki.
#1 Menginstall Web Server dan Open SSL
Aplikasi yang akan digunakkan untuk web server nantinya yaitu apache2 dan untuk SSL kita akan menggunakan aplikasi openssl. Untuk penginstallannya gunakan perintah “apt-get install apache2 openssl“.
#2 Membuat direktori sertifikat SSL
Setelah selesai menginstall paket aplikasi yang dibutuhkan maka selanjutnya kita perlu membuat direktori baru sebagai tempat sertifikat SSL yang nantinya akan disimpan di tempat tersebut.
#3 Membuat file sertifikat SSL
Sebelum membuat script untuk file SSL kita perlu masuk terlebih dahulu kedalam direktori yang nantinya sebagai tempat penyimpanan file SSL tersebut. Gunakan perintah “cd /etc/ssl/nevtik” untuk masuk ke dalam direktori tersebut.
Setelah masuk kedalam direktorinya maka kita tinggal menulis script seperti pada gambar diatas “openssl req -x509 -nodes -days -newkey rsa:2048 -out nevtik.crt -keyout nevtik.key“. Keterangan :
x509 = Standar sertifikasi SSL
-days 365 = Masa aktif sertifikat yang dibuat
-out (nevtik.crt) = Hasil sertifikat yang dihasilkan
-keyout (nevtik.key) = Key dari sertifikat yang dibuat
Setelah menuliskan script tersebut maka akan muncul form pengisian data sertifikat yang akan dibuat, data tersebut mengenai wilayah dan identitas pembuat sertifikat tersebut.
Setelah selesai mengisi form kita perlu mengaktifkan servis ssl sebagai aplikasi untuk menjalankan sertifikat tersebut dengan menggunakan perintah “a2enmod ssl“. Maka setelah itu akan muncul pesan bahwa kalian perlu merestart apache2, gunakan perintah “service apache2 restart” untuk merestart servis apache2.

#4 Konfigurasi Pada Apache2

Setelah konfigurasi mengenai sertifkat SSL selesai maka selanjutnya kita perlu membuat virtual host untuk mengaktifkan atau menjalankan HTTPS tersebut kedalam web server yang kita miliki. Pertama kita masuk terlebih dahulu kedalam direktori apache “cd /etc/apache2/sites-available/” didalamnya terdapat file default dan default-ssl. File default berisi untuk virtual host HTTP sedangkan file default-ssl berisi konfigurasi untuk virtual host HTTPS maka kita akan mengcopy file default-ssl menjadi file baru.

Disini kami akan mencopy file default-ssl ke file nevtik, file nevtik ini nantinya akan digunakan untuk konfigurasi HTTPS pada web server www.nevtik.org.

Setelah di copy masuk kedalam file tersebut untuk melakukan konfigurasinya dengan mengetikan perintah “nano nevtik“.

Setelah masuk kedalam file konfigurasinya tambahkan ServerName sesuai dengan web server yang akan dituju, semisal disini kita akan menggunakan www.nevtik.org. Lalu masukan direktori tempat file index.html web server tersebut tersimpan pada DocumentRoot.

Setelah itu geser kebawah dan masukkan direktori tempat sertifikat tersebut seperti gambar diatas, kita perlu memasukan lokasi file sertifikat beserta file key dari SSL yang sudah kita buat pada tahap ke-3. Kalau sudah jangan lupa untuk save file konfigurasi tersebut.

Terakhir kita harus mengaktifkan file nevtik atau file virtualhost yang telah kita buat tadi dengan menggunakan perintah “a2ensite nevtik“. Setelah itu akan muncul pesan untuk reload servis apache2, maka setelah itu ketikan perintah “service apache2 reload“. Apabila status OK maka konfigurasi telah selesai.

#5 Uji Coba Pada Klien

Gambar diatas merupakan situs www.nevtik.org yang masih bersifat HTTP. Pastikan saat pengetesan klien sudah bisa terhubung dengan server.

Sekarang coba buka situs www.nevtik.org menggunakan HTTPS dengan mengetikan url “https://www.nevtik.org” nanti akan muncul semacam pesan peringatan, mengapa demikian? Karena sertifikat yang kita buat masih belum dipercaya atau diverifikasi oleh browser yang kita miliki. Oleh karena itu browser akan memberikan penolakan. Untuk itu kita klik saja continue untuk bisa lanjut ke halaman HTTPS.

Nah apabila berhasil maka kita dapat masuk ke situs tersebut sudah berstatus HTTPS dan kita bisa lihat sertifikatnya apakah benar dan sesuai dengan yang kita miliki.

    Mungkin segitu aja  ya sob pembahasan kali ini tentang penggunaan HTTPS pada web server di debian yang kita miliki. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian semua, jangan lupa untuk di share ke teman-teman kalian semua karena berbagi ilmu dapat dilakukan dengan hal – hal kecil yang bermanfaat. Oke sampai jumpa di artikel selanjutnya ya sob.. See yaa 😀

Konfigurasi NTP Server di Debian 7.8

Konfigurasi NTP Server di Debian 7.8

Debian

Hallo sobat enginers, Nevtik kembali lagi dengan tutorial kali ini yaitu konfigurasi NTP server. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu NTP Server ?

NTP Server

NTP adalah singkatan dari Network Time Protocol, sebuh protocol untuk mengsinkronkan sistem waktu (clock) pada komputer terhadap sumber yang akurat, melalui jaringan intranet atau internet. Sedangkan layanan server ini adalah sebuah layanan server yang mensinkronkan waktunya terhadap sumber waktu akurat, dan mentransmiskan paket informasi waktu kepada komputer client yang meminta.
Layanan ini bekerja dengan menggunakan algoritma Marzullo dengan menggunakan referensi skala waktu UTC. Sebuah jaringan NTP biasanya mendapatkan perhitungan waktunya dari sumber waktu yang terpercaya seperti radio clock atau atomic clock yang terhubung dengan sebuah time server. komputer ini disebut juga stratum 1. Kemudian jaringan ini akan mendistribusikan perhitungan waktu akurat ke dalam jaringan lain dengan protokol yang disebut stratum 2. Komputer dalam jaringan tersebut dapat menyinkronkan jaringan lain yang disebut stratum 3, dan selanjutnya sampai stratum 16.Protokol NTP tetap bekerja dengan baik dalam melakukan sinkronisasi antara client dengan servernya, tampaknya layanan ini tidak membeda-bedakan media cepat. Media lambat, media padat, media kosong, dan sebagainya.

Konfigurasi

Sebelumnya masukan terlebih dahulu ke super user/root, lalu masukkan DVD Debian 7.8 yang ke satu. Kemudian update repositorinya dengan mengetikan apt-cdrom add, lalu install NTP Servernya dengan mengetikan apt-get install ntp ntpdate.
Berikan IP Address untuk server  kita dengan perintah nano /etc/network/interfaces, jangan lupa untuk restart konfigurasi dengan perintah service networking restart.

Selanjutnya kita konfigurasi NTP nya dengan mengetikan nano /etc/ntp.conf. Kemudian berikan tanda # pada setiap server dari server 0 – 3 lalu tambahkan baris pada bagian terbawah dari ke-4 server tersebut tambahkan “server 127.127.1.0“ dan dibaris bawahnya lagi “fudge 127.127.1.0 stratum 1“
konfigurasi file ntp server
Jika sudah restart konfigurasi dengan perintah service ntp restart. Lalu cek apakah konfigurasi sudah benar atau tidak dengan mengetikan ntpq -p, hasilnya seperti gambar dibawah berarti konfigurasinya sudah benar.
Selanjutnya tinggal cek di client Windowsnya. Kita double-klik jam yang ada di pojok kanan bawah. Pilih date and time dan pindah ke tab internet time. Lalu isikan ip server NTP seperti gambar dibawah dan klik Update Now, apabila hasilnya seperti ini berarti konfigurasinya sudah benar.
Membuat Autentikasi Proxy Pada Debian 7.8

Membuat Autentikasi Proxy Pada Debian 7.8

Debian

Halo sobat engineers.. bertemu kembali dengan nevtik, kali ini kita akan membahas mengenai autentikasi proxy. Nah sebelumnya kita juga pernah membahas mengenai proxy dan konfigurasi dasarnya pada artikel sebelumnya. Bagi yang belum baca silahkan dibaca terlebih dahulu.
Fungsi dari autentikasi itu sendiri yaitu untuk memberikan keamanan kepada jaringan atau proxy yang kita buat agar tidak sembarang pengguna dapat masuk ke proxy yang telah kita buat, bisa juga untuk mengatur user tertentu saja yang dapat mengakses proxy server yang telah dibuat. Satu catatan bahwa apabila kita mengaktifkan autentikasi proxy maka kita tidak dapat menjalankan proxy dalam mode transparent, karena dalam autentikasi hanya klien tertentu yang dapat mengakses proxy server tersebut sedangkan mode transparent digunakan agar klien terhubung secara otomatis ke dalam proxy server. Nah mungkin itu saja penjelasan singkatnya, sekarang kita lanjut ke konfigurasinya ya sob..
#1 Install Squid dan Apache 2
Squid merupakan aplikasi sebagai proxy server nantinya sedangkan apache sendiri sebagai aplikasi layanan web server. Pada proxy apache bekerja untuk menyimpan user beserta password untuk proxy server nantinya. Untuk menginstall ketikkan command “apt-get install squid apache2“. Setelah selesai instalasinya maka lanjut ke konfigurasi pada squid.
#2 Konfigurasi Squid
Masuk ke dalam konfigurasi proxy server dengan mengetikkan command “nano /etc/squid/squid.conf“. Semua konfigurasi proxy server terdapat di dalam file tersebut. Setelah itu untuk mengaktifkan autentikasi proxy carilah kata “ncsa_auth” dengan menggunakan ctrl+w.

Hilangkan tanda pagar pada bagian yang telah diberi kotak merah agar konfigurasinya aktif, lalu yang diberi kotak merah “/etc/squid/passwd” itu merupakan direktori yang nantinya digunakan untuk menyimpan file user beserta password untuk autentikasi proxy.
Setelah itu cari “http_port 3128” disini kita akan mengubah port proxy server tersebut menjadi 8080 sesuai dengan yang kita inginkan.
Setelah itu cari “acl connect” lalu tambahkan dibawahnya script seperti gambar diatas. Beri nama acl sesuai yang kita inginkan. Lalu masukkan direktori autentikasi yang telah ditentukan dan buat http_access untuk allow autentikasi. Sampai disini konfigurasi dasarnya telah selesai.
#3 Buat User dan Direktori File User Proxy
Buatlah user dengan menggunakan perintah adduser lalu masukkan nama user yang akan dijadikan sebagai autentikasi proxy.
Selanjutnya buat file untuk autentikasi proxy sesuai dengan yang telah kita masukkan didalam konfigurasi proxy server sebelumnya.
Setelah itu tambahkan user yang telah dibuat ke file proxy yang telah ditentukan dengan menggunakan perintah “htpasswd -c [namauser] [direktorifile]“. Command tersebut berfungsi untuk menambahkan user yang akan digunakan untuk autentikasi nantinya sob.
#4 Restart Proxy Server
Setelah semua konfigurasi selesai terakhir kita restart service dari proxy tersebut menggunakan command “service squid restart”.
#5 Konfigurasi Pada Klien
Pada klien kita perlu mensetting agar terhubung ke proxy server yang telah dibuat. Masuk ke internet option –> connection –> LAN setting –> Advanced. Tambahkan IP server proxy beserta portnya, setelah itu klik OK untuk menyimpan konfigurasinya.
Apabila berhasil maka saat kita membuka browser akan muncul Windows Security yang mengharuskan kita login terlebih dahulu sebelum mengakses ke situs yang kita tuju. Kita dapat memasukkan user sesuai dengan user yang telah ditambahkan pada direktori file user proxy server.
Nah segitu aja sob konfigurasi untuk autentikasi proxy server menggunakan squidnya. Semoga tutorial ini bermanfaat bagi kalian semua jangan lupa untuk share ke teman – teman kalian. Apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan bertanya pada kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website kami :D. Have a nice day..
Konfigurasi NAT dan Proxy Server di Debian 7.8

Konfigurasi NAT dan Proxy Server di Debian 7.8

Debian

Hallo sobat engineer, berjumpa kembali dengan kami. Kali ini kami akan membahas dan memberikan tutorial instalasi serta konfigurasi tentang Proxy Server dan NAT pada Debian Server. Sebelum masuk kedalam konfigurasi, seperti biasanya kami akan memberikan pengertian terlebih dahulu apasi itu NAT dan Proxy Server ?

NAT ( Network Address Translation )

NAT adalah proses dimana terjadinya proses membuat ip private menjadi bisa mengakses internet dengan menggunakan IP Public. Bayangkan dimana setiap mau mengakses internet harus menggunakan IP Public maka berapa banyak IP Public yang akan terpakai dan apakah semua IP Public itu akan mencukupi kebutuhan masyarakat dunia akan internet.
Maka dari itu fungsi NAT ini adalah untuk mentralasikan alamat IP Public ke alamat Private ataupun sebaliknya, nah dengan adanya NAT ini jadi memudahkan setiap Device komputer pada jaringan LAN dapat menggunakan internet dengan mudah tanpa harus mempunyai IP Public masing masing satu.

Proxy Server ( Squid )

Proxy merupakan sebuah komponen yang penting dan yang harus ada didalam sebuah jaringan. Kemampuan dari Proxy sangat banyak yakni diantaranya : Meningkatkan Keamanan, Membagi Bandwith, Memfilter paket yang tidak perlu dan sebagainya. Proxy ini berada ditengah tengah diantara Internet dengan Client. Squid adalah aplikasi dari Proxy Server yang cukup terkenal oleh kalangan dari sysadmin. Squid memiliki banyak fitur dan kelebihan dan untuk kali ini kami akan menggunakan Squid sebagai aplikasi dari Proxy Server
Untuk Kali ini kami akan membuat tutorial untuk memblok website dan kata kunci di search engine lewat Squid dari Proxy Server, adapun website yang kami blok adalah : Kaskus.com dan untuk kata kuncinya adalah XXX

Konfigurasi

Langkah 1 tambahkan IP Address untuk di NAT dan untuk jaringan Local “Client” dengan command nano /etc/network/interfaces.

Konfigurasi address debian

Langkah 2 Konfigurasi untuk NAT agar IP Private yang kita buat bisa mengakses internet dengan command nano /etc/rc.local.


Konfigurasi nat rc.local
Lalu masukan command iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE untuk mengkoneksikan ke internet. Eth 0 adalah ether yang terhubung ke internet.
Langkah 3 yaitu instal aplikasi squid denga perintah apt-get install squid lalu masuk kedalam file konfigurasi squid dengan perintah nano /etc/squid/squid.conf.

Langkah 4 ubah port default proxy ke 8080, pertama-tama cari terlebih dahulu dengan cara “CTRL + W” lalu masukan kata kuncinya yaitu http_port 3128.

Mengubah http_port pada squid

Langkah 5 berikan tanda pagar pada “http_access deny all” agar tidak memblok semua situs dengan cara “CTRL + W” lalu masukan kata kunci http_access deny all, disitu ada dua kalimat http_access deny all cari yang belum diberikan tanda pagar.

Langkah 6 konfigurasikan ACL (Access List) untuk memuat daftar situs dan kata di search engine untuk di blok.
acl pada squid debian server
Keterangan :
– acl blok dstdomain “/etc/squid/blok” 
yaitu file yang akan memuat daftar domain yang akan di blok.

– acl list url_regex -I “/etc/squid/list.txt”
yaitu file .txt yang isi dari file tersebut adalah kata kunci yang akan diblok, jadi misalkan kita memasukkan kata “XXX” dan kita search di search engine kata “XXX” maka akan terblok oleh proxy yang kita bikin.

– http_access deny blok
yaitu berfungsi untuk menolak isi dari file tersebut, jadi misalkan isi dari file tersebut adalah www.kaskus.com maka proxy akan menolak situs itu dan memblokirnya.

– http_access deny list 
yaitu berfungsi untuk menolak isi dari file tersebut, karena isinya ini adalah kata kunci untuk search engine jadi kita nantinya hanya memasukkan kata saja, apabila kita masukkan kata XXX dan kita cari di search engine kata tersebut maka proxy akan menolak dan memblokirnya.

– http_access allow all
yaitu berfungsi untuk memperboleh semua situs terkecuali yang terdapat pada “acl blok dstdomain dan di acl list url_regex -i”

Langkah 8 buat file yang isinya daftar situs yang akan diblokir dengan cara nano /etc/squid/blok



Langkah 9 buat file list.txt yang isinya kata search engine yang aka di blokir dengan cara nano /etc/squid/list.txt

Setelah selesai semua lalu simpan semua konfig dengan cara “CTRL + X lalu Y” Dan setelah itu masukkan command “Squid -z” untuk mengetahui status konfigurasi proxy yang kita buat sudah benar semua atau belum, apabila sudah benar semua maka akan seperti gambar berikut.
Apabila sudah seperti gambar berikut maka Proxy Server sudah siap tetapi apabila belum seperti tersebut maka konfigurasi proxy ada yang masih salah dan halus diperbaiki lagi.Setelah itu service squid restart

Langkah 10 Setting proxy pada browser yang anda pakai lalu OK

Hasil dari proxy server yang kita buat, sekarang kita coba buka situs yang telah kita blok yaitu www.kaskus.com
Jika seperti gambar berikut berarti proxy server telah berhasil, sekarang kita coba cari kata kunci yang sudah kita blok tadi di file “list.txt” 

Apabila sudah seperti gambar tersebut maka Proxy Server berhasil.

Nah sobat engineer itulah tutorial konfigurasi nat dan proxy dari kami, jika ingin yang ditanyakan bisa bertanya lewat kolom komentar. Jangan lupa share artikel ini agar bermanfaat bagi teman – teman sekalian
Konfigurasi Samba Server di Debian 7.8

Konfigurasi Samba Server di Debian 7.8

Debian
Konfigurasi Samba File Sharing

Hallo sobat engineers, kembali lagi dengan Nevtik kali ini kita sharing yaitu konfigurasi samba file server. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi Samba File Server, kita harus mengetahui apa itu Samba File Server ?

Samba Server

Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Windows dan Linux. Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan linux, samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.

Keuntungan dari penggunaan File Server ini dapat kalian lihat dari segi keefisiensiannya. Misalnya dalam suatu kasus kalian memunyai 200 PC Client yang perlu diinstallkan program. Akan tetapi file installer program tersebut hanya terdapat disalah satu komputer saja. Tentunya akan sangat merepotkan dan beresiko apabila kalian harus mengcopykan file installer tersebut ke tiap-tiap PC secara manual. Nah, solusinya adalah dengan penggunaan metode File Sharing ini. Dimana hanya ada satu komputer yang men-sharing file installer program tadi, lalu dari komputer-komputer client hanya tinggal mengaksesnya saja.

Keuntungan menggunakan samba :

  • Penggunannya gratisTersedia untuk berbagai macam flatform
  • Mudah dikonfigurasi oleh administrator
  • Sudah terhubung langsung dengan jaringan dan jarang ditemui masalah dalam penggunaannya di jaringan
  • Mempunyai performa yang maksimal

Konfigurasi Samba Server

1.  Membuat Ip Address
Membuat ip address dengan perintah nano /etc/network/interfaces, pada pengisian address isi sesuai keinginan kalian. Jika sudah save dan exit lalu restart konfigurasi dengan perintah service networking restartb

Konfigurasi ip address

2. Install Paket Aplikasi Samba Server
Instal paket aplikasi samba server dengan perintah apt-get install samba.

3. Konfigurasi Aplikasi Samba
Konfigurasi file samba yang ada dalam direktori /etc/samba/samba.conf dengan perintah nano /etc/samba/samba.conf tambahkan dibawah sesuai dengan gambar.

Konfigurasi samba.conf
Keterengan :
Path = file yang akan dibagikan
Browseable = berarti bisa dilihat oleh publik
Security = berarti tanpa menggunakan password, user berarti menggunakan enkripsi password
Writeable = berarti dapat ditulis ditambahkan file atau folder client yang membuka, jika no maka kebalikannya
Guest ok = berarti ijin untuk tamu atau tanpa password jika yes, jika no maka sebaliknyaRead only = berarti hanya dapat dilihat dan dibaca termasuk menyalin file tidak dapat menambahkan file atau folder kedalamnya jika yes, jika no maka sebaliknya
4. Membuat Direktori, Permission dan User serta Samba Password 
Selanjutnya yaitu membuat direktori sesuai dengan yang diisi pada samba.conf yaitu /home/aku  dengan perintah mkdir home/aku , setelah itu membuat permission pada direktori /home/aku jika ingin user dapat upload , download dan mengeksekusi serta mengedit file yang ada dalam direktori gunakan perintah chmod 777 /home/aku, selanjutnya membuat user untuk samba dengan perintah useradd nevtik  untuk nama terserah kalian ,lalu berikan password dengan perintah smbpasswd -a nevtik.

Konfigurasi password user samba
Jika sudah restart aplikasi samba dengan perintah service samba restart 

5. Test Samba
Test samba melalui laptop kalian, buatlah satu jaringan terlebih dahulu dengan server setelah itu masuk pada file manager lalu network, terdapat server identity disana pencet dan login menggunakan user samba yang sudah dibuat, lalu coba dengan copy file, unduh file serta edit file.

Test Samba Server

Layanan ini sangat menguntungkan sekali bagi admin server untuk melakukan file sharing baik itu dari pc client ataupun dari pc admin sendiri.


Konfigurasi SSH di Debian 7.8

Konfigurasi SSH di Debian 7.8

Debian

Hallo sobat engineers, kembali lagi dengan Nevtik. Kali ini, kita akan membahas tentang Konfigurasi SSH Server di Debian 7.8. Sebelum kita masuk ke konfigurasinya, apa sih SSH itu?

SSH (Secure Shell) adalah pengganti remote login seperti telnet, rsh dan rlogin yang memiliki fungsi utama untuk mengakses mesin secara remote dan menjamin keamanan selama melakukan transmisi data pada suatu jaringan. SSH merupakan protokol jaringan yang berjalan diatas TCP/IP Layer.
Langsung saja kita masuk ke konfigurasi dari SSH dengan Server Debian 7.8 dan Client yang sudah ada remote application nya.
Pertama kita masukkan CD1 yang terdapat paket SSH nya. jangan lupa untuk apt-cd rom add untuk melakukan scanning.
Install paket ssh dengan command seperti berikut
Pilih untuk melanjutkan instalasi berikutnya.
Lalu setelah installasi paket ssh selesai, masuk ke konfigurasi ssh untuk melihat/mengganti port dan autentikasinya dengan command seperti pada gambar,
Berikut adalah port SSH yaitu port 22, port ini bisa diganti angkanya sesuai dengan keinginan kita. Kita gunakan port 22
Kita yes permit root login (izin root untuk masuk) untuk diremote menggunakan ssh. Apabila kita ingin agar hanya user selain root yang masuk, maka permit root login yes kita ganti dengan tulisan no. Sekarang kita coba untuk mengizinkan user root.
Keluar dari konfigurasi dan menyimpan nya. ctrl+x y
Selanjutnya seperti biasa setelah melakukan konfigurasi pada paket di debian, kita harus merestart nya agar konfigurasi berjalan.
Konfigurasi sudah berhasil, untuk pengecekan kita coba di client, disini saya menggunakan software putty untuk remote nya.
  1. Isi IP address dari Server debian yang akan kita remote.
  2. Isikan Port yang tadi sudah dilihat, apabila dalam konfigurasi port nya kita rubah menjadi contoh, 2016 maka form port di putty juga kita isi 2016.
  3. Pilih SSH sebagai tipe koneksinya.
Pilih yes untuk masuk ke SSH jika ada notifikasi seperti berikut.
Login as kita isi dengan root dan password sama seperti debian server nya. Lalu kita berhasil masuk ke dalam server debian untuk melakukan remote access.
Konfigurasi SSH Server untuk remote sudah berhasil dijalankan. Selamat mencoba sobat engineers. Troubleshooting bisa ditanyakan pada kolom komentar dibawah ya kawan.

Membuat Subdomain dan Multiple Website di Debian 7.8

Membuat Subdomain dan Multiple Website di Debian 7.8

Debian

    Haloo sobat engineer.. Berjumpa lagi bersama nevtik, kali ini kita akan membahas mengenai subdomain dan multiple website. Ini merupakan materi lanjutan dari Konfigurasi DNS dan Web Server kemarin, bagi yang belum baca silahkan baca artikelnya terlebih dahulu ya.

    Sebelumnya apa itu subdomain? Subdomain merupakan cabang – cabang dari setiap domain yang telah kita miliki yang berfungsi untuk membedakan tiap – tiap domain tersebut. Semisal google memiliki layanan search engine dan email maka mereka tidak dapat menggabungkannya secara langsung kan, maka dari itu mereka membuat cabang domain seperti mail.google.com dan google.com untuk search engine. Kira – kira seperti itu penggambarannya. Sedangkan multiple website yaitu kita memiliki website dari tiap – tiap subdomain dan memiliki tampilan yang berbeda sesuai dengan fungsi masing – masing. Berikut langakah – langkah konfigurasi subdomain dan multiple website.

1. Masuk kedalam direktori bind

Sesuai dengan konfigurasi sebelumnya kita telah membuat file domain dan ip. Setelah itu kita hanya tinggal menambahkan subdomain kedalam file konfigurasi tersebut.

2. Konfigurasi File domain

Ketik command nano domain apabila sudah berada di dalam direktori /etc/bind. Setelah masuk kedalam file konfigurasi tersebut tambahkan subdomain. Disini kita ingin menambahkan subdomain www dan database. Maka kita hanya tinggal menambahkannya seperti gambar diatas. Setelah itu simpan konfigurasi yang telah diubah.

3. Konfigurasi File ip

Serupa dengan file domain, kita juga harus menambahkan subdomain pada file ip. Sebelumnya untuk masuk kedalam file tersebut gunakan command nano ip dengan catatan apabila kita telah berada di dalam direktori /etc/bind. Jangan lupa untuk save konfigurasi yang telah diubah.

4. Restart Bind9

Agar konfigurasi berjalan jangan lupa untuk restart bind9nya dengan command service bind9 restart. Setelah status oke langkah selanjutnya kita membuat multiple website untuk subdomain tersebut.

5. Masuk Kedalam Direktori Web Server

Untuk membuat multiple website maka kita harus menambahkan direktori untuk masing – masing subdomain. Secara default tampilan web server disimpan di /var/www didalamnya terdapat file index.html sebagai file html untuk semua domain kita. Agar mudah maka kita membuat direktori didalam /var/www untuk setiap subdomain yang telah dibuat.

6. Membuat Direktori Untuk Subdomain

Untuk membuat direktori baru gunakkan command mkdir. Buatlah direktori www dan database agar mudah diingat. Untuk membuatnya gunakan command mkdir www dan mkdir database
7. Copy File index.html
Copy file index.html ke setiap direktori yang tadi telah dibuat. Untuk mengcopy file tersebut gunakan perintah cp index.html www/ dan cp index.html database/. Pastikan sebelumnya kita telah berada di dalam direktori /var/www.
8. Edit File HTML WWW
Pertama – tama masuk terlebih dahulu kedalam direktori www yang telah dibuat dengan command cd /var/www/www. Setelah itu edit file index.html dengan menggunakan command nano index.html
Setelah itu edit file index.html sesuka kalian. Apabila telah selesai jangan lupa untuk disimpan agar hasilnya berubah. Untuk edit file index.html ini kita tidak perlu merestart apache2.
9. Edit File HTML Database
Lakukan konfigusasi seperti tahap sebelumnya, kita harus masuk dahulu kedalam direktori /var/www/database lalu edit file index.html dengan menggunakan command nano index.html. Setelah selasai diedit maka jangan lupa untuk disimpan.
10. Menambahkan Situs di Apache
Untuk menjalankan website yang sudah diedit maka kita terlebih dahulu harus menambahkan situs tersebut di apache2. Setelah itu masuk dengan cd /etc/apache2/sites-available, di dalamnya terdapat file default dan default-ssl.
Selanjutnya copy file default ke file situs yang akan dibuat, dengan perintah cp default www dan cp default database. Setelah itu kita tinggal konfigurasi file yang telah di copy tersebut.
11. Konfigurasi File www
Masuk kedalam file konfigurasi tersebut dengan perintah nano www. Tambahkan ServerName sesuai dengan subdomainnya dan masukkan DocumentRoot tempat file index.html tiap domain dibuat. Perhatikan tulisan yang telah diberi tanda kuning. Setelah itu jangan lupa simpan file konfigurasinya.
12. Konfigurasi File database
Sama seperti konfigurasi sebelumnya, kita hanya tinggal menambahkan ServerName dan mengedit DocumentRoot sesuai dengan peletakkan file index.html yang telah kita buat.
13. Mengaktifkan File www
Setelah selesai dikonfigurasi maka kita harus mengaktifkan file tersebut dengan command a2ensite www. Lalu kita harus mereload atau merestart apache2 agar konfigurasi tersebut dapat berjalan dengan command service apache2 restart/reload.
14. Mengaktifkan File database
Sama seperti cara sebelumnya kita harus mengaktifkan dengan command a2ensite database dan setelah itu mereload atau merestart apache2 dengan command service apache2 restart/reload.
15. Test Menggunakan Lynx
Untuk mengetest atau ujicoba websitnya gunakan command lynx nevtik.org . Apabila telah berubah maka konfiguarsi telah berhasil. Gambar diatas merupakan contoh dari subdomain www.nevtik.org.
Setelah semua berhasil maka konfigurasi telah selesai. Sekian artikel kali ini tentang subdomain dan multiple website semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi nevtik untuk mengetahui artikel tentang networking yaa sobat engineer.

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.8

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.8

Debian
Konfigurasi DHCP Server
Halo sobat engineer, kembali lagi bersama kami dengan sebuah tutorial yang membantu kamu untuk memberikan ip address secara otomatis kepada client dengan bantuan layanan DHCP server. Sebelum masuk kepada konfigurasi membuat layanan ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu apasih DHCP itu ?

DHCP

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Protocol ini mempunyai basis arsitektur yaitu client server yang digunakan untuk memudahakan dalam pengalamatan ip address dalam sebuah jaringan. DHCP terbagi menjadi dua yaitu DHCP Server dan DHCP Client.

DHCP Server

DHCP server adalah layanan yang memberikan sebuah pengalamatan ip secara otomatis kepada client,komputer yang memberikan layanan tersebut dinamakan dengan DHCP server.

DHCP Client

Seorang client yang mendapatkan ip address secara otomatis dari server disebut dengan DHCP client

Jenis Alokasi DHCP

– Manual allocation 
Administator server membuat konfigurasi  pada yang mencatat MAC address dari setiap client dan dalam setiap MAC address sudah ditentukan masing-masing ip.
– Automatic allocation
Adminitator server melakukan konfigurasi pada server yang mengandung ip address yang nantinya akan diberikan kepada setiap client. Alamat ip akan terasosiasi dengan MAC address pada setiap client, maka akan secara permanen diasosiasikan sampai administator mengubahnya manual 
– Dynamic allocation
Hal ini tidak jauh berbeda dengan automatic allocation, tetapi server akan mencatat peminjaman ip (lease) dan akan memberikan ip yang lease-nya sudah expire kepada client yang lain.

Cara Kerja

DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP yaitu :
– IP Least Request 
Client meminta ip ke DHCP server yang tersedia pada jaringan tersebut. Pertama client yang terhubung akan mencari terlebih dulu ada atau tidaknya DHCP server pada jaringan tersebut.
– IP Least Offer 
Tahap ini dimana DHCP server akan memberikan jawaban permintaan ip dan memberikan penawaran kepada client berupa ip. Pemberian nomor ip akan diambil dari database DHCP server.
– IP Lease Selection 
Pada tahap ini client memilih nomor ip yang diberikan oleh DHCP server setelah itu client akan melakukan broadcast dan mengirim pesan persetujuan kepada DHCP server.
– IP Lease Acknowledge 
Tahap ini adalah dimana DHCP server memberikan tanggapan kepada client dengan memberikan nomor ip bersamaan dengan netmask dan default gateway. Setelah itu DHCP server akan mencoret nomor ip yang telah diberikan dari daftar pool .

Konfigurasi

Konfigurasi awal yaitu membuat ip address pada debian dengan perintah nano /etc/network/interfaces, konfigurasi ip sesuai kebutuhan pada contoh menggunakan 10.10.10.1 dengan netmask 255.255.255.0
Jika sudah jangan lupa untuk restart konfigurasi dengan service networking restart, selanjutnya menginstal aplikasi dhcp server yaitu isc-dhcp-server yang berada di cd 2, masukan terlebih dahulu cd 2 dan add dengan perintah apt-cdrom add, install aplikasi dhcp dengan perintah apt-get install isc-dhcp-server.
Jika sudah terdapat kalimat failed, itu memang wajar karena file dhcp belum dikonfigurasi, selanjutnya kita konfigurasi file dhcpd.conf dengan perintah nano /etc/dhcp/dhcpd.conf, akan terdapat banyak script disana cari kata yang bertulisan A slightly karena kita akan konfigurasi di deretan tersebut.
Konfigurasi DHCP
Hapus tanda pagar pada deretan subnet sampai kurung tutup dibawah, keterangan script:
subnet = ip network
netmask = ip netmask
range = rentang ip yang akan dibagikan
option domain-name-server = ip dns server
option domain-name = domain yang dipakai
option routers = ip yang dipakai oleh server / ip gateway yang akan di dapat client
option broadcast = ip broadcast
Ubah ipnya sesuai dengan ip yang dipakai, jika belum membuat dns option domain server dan option domain name biarkan saja.
Selanjutnya yaitu memilih interface mana yang akan dijadikan dhcp server dengan perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server, pergi ke deretan bawah dan pada kolom interface isi dengan interface yang dipakai
Seluruh konfigurasi sudah selesai restart aplikasi isc-dhcp-server dengan perintah service isc-dhcp-server restart jika masih failed restart kembali. Jika sudah saatnya test pada client, jika menggunakan virtual pastikan adapter yang digunakan sama dan hanya satu adapter virtual yang enable, jika sudah jadikan ip v4 obtain ip automatically pada adapter virtual sehingga mendapat ip otomatis.

Jalankan test ping pada client menuju server
Terdapat keuntungan dan kerugian yang ada pada layanan ini jika kita menggunakannya yaitu :
  • Memudahkan dalam mentransfer data kepada server atau pun client,karena ip disediakan secara otomatis/dynamic
  • Menghemat tenaga dan waktu ketika pemberian ip
  • Mencegah terjadinya ip konflik
  • Alamat ip mampu digunakan dengan jangka waktu yang lama
  • Semua client akan tidak bisa terhubung ketika server mati
  • Harus melakukan konfigurasi yang merumitkan
  • Terkadang client tidak mendapatkan ip 
    Konfigurasi Mail Server di Debian 7.8

    Konfigurasi Mail Server di Debian 7.8

    Debian

    Konfigurasi Mail Server

    Hallo sobat engineers, Nevtik kembali lagi dengan tutorial kali ini yaitu konfigurasi mail server. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi Mail server, kita harus mengetahui apa itu Mail Server ?

    Mail Server 


    Mail server adalah salah satu layanan jaringan dari sistem operasi debian yang memungkinkan user yang kita buat untuk saling bertukar pesan elektronik (menerima/mengirim) satu sama lain dalam satu jaringan.

    Konfigurasi

    Hal yang pertama harus kita lakukan adalah konfigurasi IP di debian, semisal kita gunakan IP 10.10.10.1 dan dengan domain mail.nevtik.net. Selanjutnya kita akan mulai konfigurasi Mail Server dengan menginstall paket postfix, courier-imap dan courier-pop yang dimulai dari CD3. Jangan lupa untuk scan cd dengan apt-cdrom add, jika diminta untuk memasukan CD1 masukan.

    Jika sudah selesai maka akan muncul sebuah tampilan dengan latar belakang berwarna biru enter OK dan pilih internet site, pada system mail name sebelum diubah berisikan sebuah hostname debian tetapi kita ubah menjadi mail.nevtik.net sesuai dengan nama domain yang dibuat 
    Konfigurasi sytem mail name pada Mail Server
    Selanjutnya yaitu kita instal paket laiinya yang membantu dalam pengiriman pesan yaitu courier-imap dan courier-pop dengan perintah apt-get install courier-imap courier-pop jika muncul popup untuk directories web based pilih yes.
    Jika install sudah selesai kemudian membuat direktori untuk mail dengan perintah /etc/skel/Maildir dengan huruf M besar
    Membuat direktori mail server

    Jika sudah kita akan melanjutkan dengan konfigurasi file main.cf yang berada di direktori postfix dengan perintah nano /etc/postfix/main.cf pada baris bawah tambahkan script seperti ini.

    Konfigurasi postfix main.cf

    Kemudian jika sudah kita akan melakukan konfigurasi ulang postfix karena pada saat awal terdapat beberapa konfigurasii yang terlewati sehingga harus diulangi agar lebih menyeluruh. Untuk  pengulangannya kita menggunakan perintah dpkg-reconfigure postfix.

    Terdapat popup yang muncul, pilih internet site dengan system mail name sama seperti sebelumnya dan root postmaser ok saja, selanjutnya yaitu other destination untuk menerima mail perhatikan urutannya yaitu (domain), (hostname), localhost.localdomain, localhost jadi yamg diubah yaitu hanya dua, perhatikan juga tanda koma jika bingung dapat melihat contoh dibawah ini.

    Selanjutnya pilih no pada synchronus update dan pada local network tambahkan seperti dibawah ini
    Pilih no pada procmail enter pada mailbox size limit dan local address extension, pilih ip v4 karna kita menggunakan ip v4

    Jika sudah semua restart semua aplikasi yang dibutuhkan unutk membuat mail server yaitu postfix, courier-imap, dan courier-pop dengan perintah service {aplikasi} restart
    Selanjutnya kita akan mengetes mail server yang sudah dibuat, sebelum itu tambahkan user terlebih dahulu dengan nama user pertama yaitu nevtik dan passwordnya yaitu 123 tambahkan dengan perintah adduser {nama} jika sudah tambahkan lagi dengan nama academy dan passwordnya 123

    Untuk mengetes kita menggunakan telnet 25 untuk mengirim pesan dari nevtik kepada user academy dengan perintah telnet mail.nevtik.net 25

    Jika sudah cek pada mailbox user academy dengan perintah telnet mail.nevtik.com 110

    Konfigurasi DNS dan Web Server di Debian 7.8

    Konfigurasi DNS dan Web Server di Debian 7.8

    Debian

    Halo sobat engineer.. Berjumpa lagi bersama nevtik, kali ini kami akan memberikan tutorial membuat sebuah DNS dan Web Server dengan menggunakan Linux Debian. Sebelum masuk ke dalam konfigurasi kita harus mengetahui apa itu DNS dan Web Server. Apakah fungsi dari kedua hal tersebut.

    1. DNS (Domain Name System)

    DNS merupakan sebuah sistem penamaan untuk sebuah Web Server agar mempermudah pengguna untuk menemukan atau mencari sebuah website. DNS diibaratkan sebagai buku telepon yang berfungsi untuk menyimpan nama – nama beserta nomor telepon perbedaannya adalah setiap website atau web server pasti memiliki sebuah IP sebagai alamat server tersebut maka untuk mengunjungi sebuah website maka kita perlu memasukkan IP atau alamat dari web server tersebut. Coba bayangkan berapa banyak IP yang harus kita hafalkan apabila ingin mengakses sebuah website ?
    Oleh karena itu diciptakanlah DNS atau Domain Name System untuk mempermudah pengguna dalam mengakses sebuah website hanya dengan menggetikan sebuah URL sehingga kita tidak perlu susah untuk mengingat IP untuk mengakses sebuah website.

    2. Web Server

    Web Server merupakan sebuah server yang akan bertugas menampung seluruh informasi terhadap sebuah website. Setelah kita mempunyai sebuah DNS maka DNS tersebut dapat kita gunakan untuk bisa diakses menjadi sebuah website, maka diperlukan yang namanya sebuah web server agar semua pengguna dapat melihat segala informasi yang dibuat oleh server.

    Konfigurasi

    1. Konfigurasi IP Address di Debian

    Pertama – tama kita harus melakukan konfigurasi IP Address terlebih dahulu di Debian dengan tujuan untuk memberikan alamat bagi server. Dengan konfigurasi seperti gambar di bawah 
    Konfigurasi Ip Address
    Untuk melakukan konfigurasi seperti diatas kita dapat menggunakan perintah nano. File konfigurasi tersebut terletak di dalam /etc/network/interfaces. Sehingga kita dapat membukanya dengan cara mengetikkan nano /etc/network/interfaces

    2. Restart Konfigurasi IP Address

    Setelah melakukan konfigurasi IP Address langkah selanjutnya adalah kita melakukan restart. Tujuan dari restart adalah agar konfigurasi yang telah dimodifikasi dapat berjalan. Ingat kita akan melakukan restart berbeda dengan reboot. Disini kita hanya merestart servisnya saja tidak keseluruhan sistemnya.

    Perintah yang dapat digunakan salah satunya yaitu dengan command service, lalu diikuti dengan nama service atau nama paket aplikasinya dan yang terakhir perintah yang akan dijalankan misal (restart, start, dll). Sehingga menjadi sebuah command service networking restart.

    3. Menginstall Bind9

    Setelah konfigurasi IP selesai maka langkah selanjutnya yaitu mengintsall bind9. Bind9 disini berfungsi sebagai DNS Server seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai fungsi dari DNS itu sendiri. Untuk melakukan penginstallan kita menggunakan perintah apt-get install lalu diikuti dengan nama paket aplikasi yang akan diinstal. Sehingga commandnya adalah apt-get install bind9.

    4. Konfigurasi DNS (Membuat Zone)

    Pada Debian kita harus membuat zone terlebih dahulu, diibaratkan seperti mendaftarkan nama domain yang akan dibuat. Untuk mengakses file konfigurasi tersebut kita harus masuk terlebih dahulu ke dalam direktori /etc/bind. Untuk berpindah direktori gunakan command cd, lalu baru masuk ke dalam direktori cd /etc/bind. Didalam folder /etc/bind ada banyak file konfigurasi, pertama kita buka file named.conf.local terlebih dahulu dengan menggunakan nano named.conf.local. Pada gambar diatas pertama kami akan membuat zone domain nevtik.org dann file konfigurasinya terletak di /etc/bind/domain.
    Konfigurasi DNS named.conf.local
    Setelah membuat zone domain selanjutnya yaitu membuat zone untuk IP nya dengan memasukkan IP Server yang telah dibuat sebelumnya dan file konfigurasinya akan disimpan di /etc/bind/ip. Pada dasarnya peletakkan file tersebut bebas saja, tetapi agar mudah diingat dan konfigurasinya maka disimpan dalam direktori /etc/bind. Untuk penulisan IP pada konfigurasi tersebut dibalik dimulai dari kanan.

    5. Copy File db.local dan db.127

    Untuk melakukan konfigurasi file domain dan ip, kita harus terlebih dahulu mengcopy file dari db.local dan db.127 dengan menggunakan perintah cp. Ingat kita harus berada di dalam direktori /etc/bind. Lalu barulah copy file tersebut cp db.local domain dan cp db.127 ip.

    6. Konfigurasi File Domain dan Ip

    Setelah meyalin file db.local dan db.127 selanjutnya yaitu konfigurasi file yang sudah kita salin tadi yaitu domain dan ip, masuk ke dalam file domain dengan menggunakan perintah nano domain. Setelah itu akan muncul file konfigurasi, ubahlah tulisan localhost menjadi nama domain kalian atau domain yang dibuat di zone. Setelah itu tambahkan Ip server seperti gambar dibawah. Disini kita menggunakan www yang berfungsi sebagai subdomain.
     
    Selanjutnya konfigurasi file ip, masuk dengan perintah nano ip kemudian ubah localhost menjadi domain yang kita buat tadi yaitu nevtik.org ubah angka 1.0.0 menjadi ip belakang server karena pada tutorial menggunakan ip 172.16.20.1 maka ip belakangnnya yaitu 1 tambahkan juga subdomain yang dipakai yaitu www.nevtik.org.
     
    Konfiigurasi domain sudah selesai jangan lupa untuk di save dan restart aplikasi dengan perintah service bind9 restart. Setelah itu kita terlebih dahulu harus menambahkan nameserver atau identitas server agar client dapat membaca server tersebut. Maka kita harus mengkonfigurasi file resolv.conf dengan cara nano /etc/resolv.conf.
    Konfigurasi namserver debian

    7. Konfigurasi Web Server

    Sebelum membuat web server install terlebih dahulu paket aplikasi web server yaitu apache2 sebagai aplikasi web server dengan perintah apt-get install apache2. Setelah apache2 terpasang maka langkah selanjutnya kita menginstal lynx sebagai browser di debian untuk mengetest apakah web server telah berjalan atau tidak. Untuk menginstallnya gunakan perintah apt-get install lynx. Setelah semua aplikasi terinstall langkah selanjutnya yaitu mengetes web server tersebut dengan mengetikkan lynx www.nevtik.org. Maka akan muncul tampilan default websitenya.
    Untuk mengubah tampilan default tersebut maka kita harus mengubah isi file index.html web servernya, file tersebut terlletak di /var/www. Maka kita harus mengetikkan nano /var/www/index.html atau juga kita dapat masuk terlebih dahulu ke direktori /var/www, lalu nano index.html.
    Cara Mengubah Tampilan Web server
    Kalian dapat mengganti isi file html tersebut sesuka kalian. Setelah diganti maka kita hanya tinggal save saja, pada  kali ini apache2 tidak perlu direstart. Untuk melihat perubahannya maka gunakan perintah lynx www.nevtik.org.
    Konfigurasi mengenai DNS dan Web Server telah selesai.Terima kasih telah mengunjungi Nevtik semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi kalian semua. Have a nice day.