Hallo sobat Nengineers! Kembali lagi bersama kita di Nevtik. Kali ini kita akan membahas tentang Cisco. Penasaran ? Langsung aja ke pembahasannya yuk!!

1. SEJARAH CISCO

Pertama – tama kita akan membahas asal muasal dari cisco ini. Pasti banyak yang penasaran kan dari mana asal dan bagaimana bisa muncul yang namanya cisco. Yuk kita bahas !

Cisco adalah salah satu vendor atau merek dari perangkat jaringan yang sering digunakan di perusahaan – perusahaan besar. Cisco ini diciptakan oleh perusahaan global bernama Cisco Systems Inc. Pada tahun 1980 sepasang suami istri yang bernama Len dan Sandy Bosack yang bekerja di dua departemen yang berbeda pada Stanford University, merasa kesulitan agar computer yang bekerja di departemen yang berbeda tersebut dapat berkomunikasi. Oleh karena itu mereka membuat sebuah server gateway yang mereka tempatkan di ruang tamu departemen mereka masing – masing.

Dan pada tahun 1984 Len dan Sandy Bosack mendirikan perusahaan cisco Systems, yang kemudian berganti nama pada tahun 1992 menjadi Cisco Systems Inc. Perusahaan tersebut bergerak di bidang IT dan produk pertama yang mereka luncurkan yaitu Advanced Gateway Server (AGS) yang berfungsi untuk mengakses dan mentransfer informasi yang terlepas dari perbedaan waktu ataupun tempat. Produk – produk berikutnya yang mereka ciptakan yaitu

  • Mid-Range Gateway Server (MGS),
  • Compact Gateway Server (CGS),
  • Integrated Gateway Server (IGS), dan
  • AGS +

Kemudian perangkat – perangkat lain yang diciptakan yaitu router cisco 4000, 7000, 2000, dan 3000 series. Series router tersebut sampai saat ini masih ada dan masih dapat digunakan. Dengan produk – produk inovasi cisco itu lah yang menjadi Cisco menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia IT. Selain itu program sertifikasi yang diberikan Cisco merupakan salah satu sertifikasi yang sangat berpengaruh pada tingkat penerimaan masuk kerja. Sertifikasi Cisco antara lain :

  • CCNA (Cisco Certified Network Associate)
  • CCNP (Cisco Certified Network Professional)
  • CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert)
  • Cisco Certified Specialist
  • Cisco DEVNET Associate
  • Cisco DEVNET Specialist
  • Cisco DEVNET Professional
  • Cisco DEVNET Expert

2. SERTIFIKASI CISCO

Perusahaan Cisco mengeluarkan  program sertifikasi dalam industri jaringan komputer yang bertujuan utuk menghasilkan tenaga-tenaga yang berpengalaman untuk mengoperasikan produk mereka dan juga sebagai acuan bahwa tenaga –tenaga tersebut dapat mengoperasikan jaringan hingga skala luas.Berikut beberapa contoh sertifikasi yang dikeluarkan oleh Cisco :

  • CCNA

CCNA dengan kode 200-301 merupakan sertifikasi yang  dibuat sebagai validasi dari skill dan dan dasar jaringan ,  akses jaringan , konektifitas IP , layanan IP , dasar dasar keamanan jaringan ,automasi dan programabilitas dalam ujian sertifikasinya , kandidat biasanya memiliki :

  1. Pengalaman satu tahun atau lebih dalam mengimplementasikan dan administrasi solusi cisco
  2. Pengetahuan dari basic IP Address
  3. Pemahaman yang baik dalam dasar dasar jaringan
  • CCNA DevNet

CCNA DevNet dengan kode 200-901 merupakan sertifikasi yang dibuat sebagai validasi dari skill software developer, automation spesialis dan software profesional lainnya yang berkaitan dengan develop of networking. Selain itu didalam test untuk mendapatkan sertifikasi tersebut juga terdapat materi – materi yang menyangkut :

1.pemahaman dan penggunaan APIs
2.platform cisco dan pengembangan
3.pengembangan aplikasi dan keamanan
4.infrastruktur dan automasi

  • CCNA CyberOps

CCNA CyberOps dengan kode 200-201 merupakan sertifikasi yang dibuat sebagai mempersiapkan anda menuju peran pekerjaan tingkat asosiasi di pusat operasi keamanan. Program ini menyangkut skill dasar, proses, dan pengetahuan yang kamu butuhkan untuk mencegah, mendeteksi, menganalisa, dan merespon insiden cybersecurity sebagai bagian dari tim SOC. Untuk mendapat sertifikasi tersebut, terdapat materi – materi sebagai berikut :

  1. Konsep keamanan
  2. Monitoring keamanan
  3. Analisi barbasis host
  4. Analisis intrusi jaringan
  5. Kebijakan dan prosedur keamanan
  • CyberOps Profesional

CyberOps  Profesional adalah versi lanjutan dari CCNA CyberOps.  Untuk memperoleh sertifikasi Cisco Certified CyberOps Professional, Anda harus lulus dua ujian: satu ujian yang mencakup teknologi inti dan satu ujian konsentrasi. Dan setiap ujian dalam program ini mendapatkan sertifikasi Spesialis individu, sehingga Anda diakui atas pencapaian Anda selama ini.

  1. Ujian inti berfokus pada pengetahuan Anda tentang operasi inti keamanan siber termasuk dasar-dasar keamanan siber, teknik, proses, dan otomatisasi.
  2. Ujian konsentrasi berfokus pada respons insiden dan forensik digital. Respons insiden adalah proses mendeteksi, merespons, dan memberantas serangan dunia maya. Forensik digital adalah pengumpulan dan pemeriksaan bukti digital yang berada pada perangkat elektronik dan tanggapan selanjutnya terhadap ancaman dan serangan.
  • DevNet Profesional

DevNet Profesional adalah sertifikasi lanjutan dari CCNA DevNet .Untuk mendapatkan DevNet Professional, Anda harus  lulus dua ujian, ujian inti dan ujian konsentrasi pengembang perangkat lunak pilihan Anda. Dan sekarang setiap ujian dalam program DevNet Professional mendapatkan sertifikasi Spesialis individu, sehingga Anda diakui atas pencapaian Anda selama ini.

  1. Ujian inti berfokus pada pengetahuan Anda tentang pengembangan dan desain perangkat lunak termasuk menggunakan API, platform Cisco, penerapan dan keamanan aplikasi, serta infrastruktur dan otomatisasi. Ujian inti mendapatkan sertifikasi spesialis, sehingga pencapaian Anda selama prosesnya diakui.
  2. Ujian konsentrasi berfokus pada topik yang muncul dan khusus industri seperti otomatisasi perusahaan, otomatisasi kolaborasi, otomatisasi pusat data, otomatisasi penyedia layanan, otomasi keamanan, otomatisasi DevOps, IoT, dan Cloud.
  • CCNP Security

CCNP Security merupakan sertifikasi  profesional  Cisco di bidang keamanan jaringan .Mendapatkan sertifikasi Keamanan CCNP membuktikan keterampilan Anda dengan solusi keamanan. Untuk mendapatkan sertifikasi Keamanan CCNP, Anda harus lulus dua ujian: satu ujian yang mencakup teknologi keamanan inti dan satu ujian konsentrasi keamanan pilihan Anda, sehingga Anda dapat menyesuaikan sertifikasi Anda dengan bidang fokus teknis Anda

Untuk mendapatkan Keamanan CCNP, Anda lulus dua ujian: ujian inti dan ujian konsentrasi keamanan pilihan Anda. Dan sekarang setiap ujian dalam program Keamanan CCNP mendapatkan sertifikasi Spesialis individu, sehingga Anda diakui atas pencapaian Anda selama ini.

  1. Ujian inti berfokus pada pengetahuan Anda tentang infrastruktur keamanan. Ujian inti juga merupakan ujian kualifikasi untuk sertifikasi Keamanan CCIE. Lulus ujian ini akan membantu mendapatkan kedua sertifikasi ini.
  2. Ujian konsentrasi berfokus pada topik yang muncul dan khusus industri. Anda dapat mempersiapkan ujian konsentrasi dengan mengikuti kursus pelatihan Cisco yang sesuai.

Untuk info sertifikasi lainnya  kunjungi www.cisco.com

3. Produk Cisco

Cisco dalam perkembangannya telah menciptakan dan memproduksi banyak hardware dan software yang banyak digunakan di dalam dunia IT khusunya jaringan. Produk – produk Cisco tersebut diantaranya routing protocol / teknologi routing, teknologi switching, cloud device, software IOS, etc.

Dari sekian banyak produk yang dihasilkan, tentunya produk – produk Cisco memiliki kelebihan dan kekurangan, khususnya pada perangkat keras jaringannya. Berikut kelebihan dan kekurangan perangkat keras jaringan milik Cisco :

Kelebihan

  • Produk Berkualitas

Kualitas produk cisco ini dapat kita lihat dari pemilihan bahan untuk pembuatan casing produknya. Casing pada produk cisco seperti router, switch, dan multilayer switch terbuat dari bahan plastik berkualitas tinggi dengan lapisan yang tebal sehingga melindungi komponen – komponen di dalamnya dari setiap goncangan ataupun hantaman dari luar. Kualitas lainnya dapat kita lihat dari port UTP pada perangkat keras Cisco yang tidak kendor ketika kita menggunakannya, sehingga menjamin port UTP yang kita menghubungkan kabel ke port tersebut tidak renggang.

Kemudian perangkat keras Cisco juga dapat kita tambah dan kurangi modul atau port – port tambahan yang dapat digunakan untuk perangkat tersebut. Yang terakhir yaitu perangkat Cisco cukup tahan lama apabila kita menyalakan perangkat tersebut sampai berhari – hari, berminggu – minggu, berbulan – bulan, bahkan bertahun – tahun. Sehingga kita tidak perlu pusing memikirkan kondisi perangkat yang terus menerus kita nyalakan.

  • Biaya Operasional yang Rendah

Meskipun perangkat Cisco terkesan bekerja dengan sangat berat, namun perangkat Cisco menggunakan aliran listrik yang cukup rendah. Sebagai contoh ketika kalian memiliki fasilitas firewall Cisco maka kaliang cukup menggunakan listrik sebesar 12 watt saja.

Kemudian untuk masalah – masalah yang sering terjadi pada perangkat elektronik seperti lonjakan listrik dan suhu yang dinilai terlalu ekstrim, hal tersebut dapat diatasi oleh perangkat Cisco.

  • Sistem Cisco yang Saling Terintegrasi

Di dalam setiap perangkat Cisco pasti ada yang namanya proprietary protocol yang gunanya yaitu selain untuk kehandalan saat digunakan namun juga sebagai alat integrasi antar perangkat Cisco sehingga perangkat lain yang berbeda merek atau vendor tidak dapat menggunakan protocol tersebut.

Kekurangan

  • Harga Perangkat yang Mahal

Tidak dapat dipungkiri di setiap perangkat baik itu bermerek Cisco ataupun tidak, tentunya memiliki harga yang sesuai dengan apa yang dapat mereka berikan kepada pemakai / client. Selain karena kualitas Cisco yang bagus dari segi hardware namun Cisco juga memiliki protocol khusus yang hanya terdapat pada perangkat Cisco tersebut seperti VLAN yang sering dipakai untuk segmentasi jaringan. Oleh karena itu harga pada perangkat Cisco tersebut mahal, tetapi hal itu dapat dibayar oleh Cisco dengan fitur – fitur pada perangkatnya yang menjadikan jaringan yang kita buat menjadi lancar dan nyaman.

Perlu diketahui juga, bahwa perangkat Cisco khususnya router, switch, dan setiap perangkat Cisco yang digunakan dalam suatu jaringan memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dari fungsi alat dan seri perangkat yang dipakai. Sebagai contoh router dan switch bekerja pada tingkatan transfer data (berbeda layer pada OSI Layer) yang menjadikannya berbeda fungsi namun saat ini telah tersedia perangkat Cisco yang bernama Multilayer Switch yaitu perangkat yang memadukan atau menggabungkan fungsi layer 3 dan layer 2 pada OSI Layer menjadi satu pada satu perangkat, dengan kata lain Multilayer Switch ini merupakan perangkat gabungan antara router dan switch.

Perlu diketahui , jika ingin membeli atau menggunakan produk cisco dalam membangun jaringan SOHO(small or home office) hingga skala enterprise harus memperhatikan seri seri perangaktnya , agar sesuai dengan kebutuhan jaringan yang akan anda buat

Berikut adalah contoh 2 macam seri pada perangkat jaringan (router) cisco

  1. Router Cisco seri 1700

Pertama, ada dari series cisco router 1700. Pada series ini menawarkan fitur – fitur yang berguna bagi e-business atau bisnis electronic yaitu dengan menyediakan akses internet yang aman dengan virtual private network (VPNs) dan teknologi firewall.

Pada seri Cisco router 1700 ini juga menawarkan beberapa keunggulan yaitu :

  • Opsi WAN akses termasuk high-speed business-class digital subscriber line (DSL)
  • Router performa tinggi dengan bandwidth management
  • Inter-virtual LAN (VLAN) routing
  • VPN access dengan pilihan firewall (firewall option)

2.Router Cisco Seri 1800

Gambar diatas adalah contoh perangkat Router dari seri 1800 yaitu Cisco 1841 , Router Cisco 1841 dirancang untuk keamanan data tingkat tinggi dan menyediakan value yang lebih besar daripada generasi cisco 1700. Router ini sudah mendukung slot HWIC (High-speed WAN interface card) yang berarti perangkat ini sudah mendukung port Gigabit Ethernet . Router ini juga sudah mendukung fitur IPsec , SSL dan VPN untuk meningkatkan keamanan data.

Nah, seperti perangkat IT lainnya setiap perangkat jaringan Cisco ini pula memiliki sistem operasi sama seperti perangkat end device seperti laptop dan computer. Namun sistem operasi yang dipakai ini sedikit berbeda dengan sistem operasi yang sering kita pakai pada computer atau laptop kita. Berikut sistem operasi yang dipakai pada perangkat jaringan Cisco :

  • Cisco IOS

Cisco IOS (Internetwork Operating System) adalah sistem operasi khusus yang berjalan pada sistem perangkat Cisco, lebih tepatnya pada router dan switch Cisco. Fungsi utama dari Cisco IOS ini adalah untuk komunikasi data antar node jaringan.

Cisco IOS ini terbagi menjadi 3 variasi yaitu :

  • IOS XE, IOS yang berjalan pada tingkat enterprise seperti Cisco ISRs, Aggregation Services
  • IOS XR, IOS yang berjalan pada produk penyedia layanan Cisco seperti Carrier Routing System routers
  • Nexus OS, berjalan pada perangkat Cisco Nexus family data center switches

Sekian yang dapat kami sharing pada kesempatan kali ini, sampai bertemu di article – article berikutnya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *