Hallo sobat engineers, Nevtik kembali lagi dengan tutorial kali ini yaitu konfigurasi VLAN pada cisco. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi VLAN, kita harus mengetahui apa itu VLAN ?

VLAN

VLAN merupakan singkatan dari Virtual LAN, maka LAN yang dibuat berbentuk virtual.Jika kita menggunakan switch unmanageable untuk membuat 2 jaringan yang berbeda tentunya kita membutuhkan 2 switch, berbeda dengan switch manageable, kita dapat membuat beberapa network sekaligus dalam 1 switch dengan menggunakan VLAN.

Konfigurasi Switch

Konfigurasi vlan cisco
Disini terdapat sebuah topologi VLAN yang akan kita konfigurasikan, terdapat 2 buah VLAN yaitu VLAN 10 dan VLAN 20, secara default switch telah memiliki 1 buah VLAN yaitu VLAN 1 yang anggotanya seluruh interface yang ada pada switch.
Langkah pertama yaitu kita buat VLAN 10 menggunakan config seperti gambar dibawah ini:
  • enable merupakan command untuk masuk kedalam privellage mode, ditandai dengan tanda “#”
  • configure terminal merupakan command untuk masuk kedalam global mode, ditandai dengan “config”
  • vlan 10 merupakan command untuk masuk kedalam vlan
  • name merupakan command untuk membuat nama pada VLAN,pada VLAN 10 diberi nama nevtik, pemberian nama bebas
  • interface range fa0/2-fa0/3 merupakan command untuk memasukan 2  interface sekaligus kedalam VLAN
  • switchport access vlan 10 memberikan akses VLAN kepada interface yang sudah dimasukan
  • exit command untuk keluar
Selanjutnya yaitu membuat VLAN 20,confignya sama seperti ketika membuat VLAN 10 yang membedakan hanya interface mana yang akan dimasukan sebagai anggota VLAN.
  • vlan 20 masuk kedalam vlan
  • name tkj memberi nama pada vlan yaitu tkj
  • interface range fa0/4-fa0/5 memasukan interface kedalam vlan
  • switchport access vlan 20 memberikan akses vlan kepada interface
Setelah itu kita tambahkan trunk pada interface fa0/1, interface ini mengarah ke router fungsi dari ttrunk ini yaitu membawa VLAN yang ada pada switch ke router, agar nantinya VLAN yang berbeda dapat saling terhubung, namun perbedaan mode trunk dan mode access yaitu jika mode access hanya membawa 1 VLAN saja, sedangkan mode trunk dapat membawa beberapa VLAN sekaligus.
  • interface fa0/1 masuk kedalam interface yang mengarah ke router
  • switchport mode trunk menambahkan mode trunk pada interface
  • switchport trunk allowed vlan all merupakan command agar semua VLAN dapat melewati trunk tersebut
Sekarang konfigurasi ip pada setiap pc, namun ip 10.10.1.1 dan 20.20.1.1 jangan digunakan pada client karna ip tersebut akan dijadikan gateway bagi setiap VLAN. Lalu tes ping ke pc yang berada dalam satu VLAN pastikan sudah bisa saling ping, ping juga ke pc yang berbeda VLAN.
Hasilnya gagal/rto mengapa demikian?, karena jika tidak ada router yang dijadikan gateway maka VLAN yang berbeda tidak akan bisa saling ping kecuali switch yang digunakan yaitu switch multilayer/switch layer 3.

Konfigurasi Switch

Selanjutnya kita konfigurasikan subinterface pada interface router yang mengarah ke switch, fungsi subinterface yaitu sebagai gateway yang akan dipakai oleh client agar VLAN yang berbeda dapat saling terhubung.
  • kabel yang menghubungkan switch dengan router masih berwarna merah, yang menandakan interface router masih down, untuk mengaktifkannya masuk terlebih dahulu kedalam interface fa0/1 dan aktifkan menggunakan command no shutdown
Setelah aktif kita konfigurasi subinterface pada interface fa0/0
  • interface fa0/0.10 command menambahkan subinterface,angka 10 merupakan VLAN 10
  • encapsulation dot1Q 10 command mengencapsulasi VLAN 10 dengan dengan tipe encapsulasi dot1Q(802.1q)
  • masukan ip address beserta netmasknya yang akan dijadikan gateway
  • lalu exit untuk keluar

Setelah subinterface selesai,sekarang tes ping ke pc yang berbeda VLAN awalnya memang time out, tetapi setalah time out pasti reply karena VLAN 10 mencari dulu mac address dari pc VLAN 20.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *