Hello sobat engineers.. Kembali lagi bersama nevtik, kali ini kita akan membahas mengenai Reverse Proxy, sebelum masuk ke pembahasan tujuan dari reverse proxy ini adalah untuk mengreverse tampilan atau web server yang ada pada server utama, sehingga client yang mnegakses web server dengan reverse proxy tidak secara langsung mengakses web server yang ada pada server utama melainkan dengan menagakses reverse proxy tersebut. Agar lebih jelasnya kami telah membuat topologi dan step by step dalam melakukan konfigurasinya.

Topologi

Paket yang digunakan :

Server 1 :

  1. DNS (Bind9)
  2. Web Server (Apache2)

Reverse Server :

  1. Nginx

Langkah – langkah :

#1 Server 1

  1. Konfigurasi IP Address

Pertama – tama konfigurasi IP address pada server penyedia web server, disini kita menggunakan IP 192.168.10.2 sebagai alamat server tersebut. Buka file “nano /etc/network/interfaces” untuk melakukan konfigurasi IP address pada debian, lalu restart konfigurasi IP address tersebut “/etc/init.d/networking restart”. Untuk melihat konfigurasi telah berjalan ketikkan command “ifconfig” untuk melihat konfigurasi IP yang berjalan.

2. Konfigurasi DNS

 

Setelah selesai melakukan konfigurasi IP address langkah selanjutnya konfigurasi DNS, untuk konfigurasi ini telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Disini kita membuat 2 buah domain. Domain pertama “nevtik.com” yang mengarah menuju server utama dan “reverse.nevtik.com” sebagai domain yang akan digunakan oleh server reverse proxy. Untuk melakukan pengetestan dapat dilakukan dengan perintah “nslookup”.

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa domain nevtik.com memiliki record menuju server utama dengan IP address 192.168.10.2 dan domain reverse.nevtik.com mengarah menuju IP address server reverse proxy.

3. Konfigurasi Web Server Apache

Install aplikasi Apache 2 yang berfungsi sebagai web server pada server utama. Tujuan reverse proxy nantinya akan mereverse web server pada server reverse sehingga pada saat kita membuka domain dari server reverse seolah – olah kita membuka web server yang ada di server utama.

Lakukan konfigurasi pada file html dan sesuaikan isinya sesuai dengan yang diinginkan, untuk pengetestan disini kita mengubah tampilan default dari web server apache dengan tampilan seperti pada gambar diatas.

4. Pengujian Web Server

Setelah konfigurasi file telah dilakukan selanjutnya lakukan pengujian untuk membuka web server apakah telah berjalan atau belum. Gunakan command “w3m nevtik.com” untuk melakukan pengujian untuk membuka web server tersebut.

#2 Reverse Server

  1. Konfigurasi IP Address

Konfigurasi IP address pada server reverse seperti gambar diatas dan sesuaikan dengan topologi yang telah dibuat. Pada server reverse memiliki 2 buah interface yang mana salah satunya mengarah kepada client. Lalu jangan lupa untuk konfigurasi file resolv “nano /etc/resolv.conf” dan isikan nameserver dari server dns.

2. Konfigurasi Reverse Nginx

Setelah itu install paket nginx dengan command “apt-get install nginx” paket tersebut terletak di dvd 2 installer debian. Nginx disini nantinya berfungsi sebagai reverse proxy yang akan mereverse web server dari server utama.

Pertama – tama kita perlu menonaktifkan file konfigurasi degault dari nginx yang terletak di “/etc/nginx/site-enabled” gunakan perintah “unlink” seperti gambar diatas untuk menonaktifkan file tersebut.

Buatlah file konfigurasi baru untuk konfigurasi dari reverse proxy. Letakkan file tersebut di “/etc/nginx/site-available” gunakan perintah “nano reverse” untuk membuat file konfigurasi tersebut.

Isi file tersebut dengan konfigurasi seperti pada gambar diatas. Terlihat bahwa pada line 4 tertulis “proxy_pass http://192.168.10.2;” yang mana bertujuan untuk mengarahkan kemana web server yang akan di reverse.

Setelah file konfigurasi dibuat simpan file tersebut dan buatlah simbolik link agar file tersebut tersimpan pada “/etc/nginx/site-enabled”. Gunakan perintah “ln –s /etc/nginx/sites-available/reverse /etc/nginx/sites-enabled” untuk membuat simbolik link pada file tersebut.

Terakhir jangan lupa untuk melakukan restart pada aplikasi nginx agar konfigurasi yang telah dibuat dapat berjalan.

#3 Client

Setelah konfigurasi pada sisi server telah dilakukan maka lakukan pengujian pada sisi client, untuk menguji apakah server reverse dapat berjalan.

  1. Konfigurasi IP Address

Konfigurasi IP address pada client sesuai dengan topologi yang telah dibuat. Disini kita menggunakan sistem operasi windows sebagai clientnya. Buka pada bagian Control Panel à Network and Internet à Network anf Sharing Center à Lalu atur adapter ethernet yang terhubung dengan server.

Lakukan ujicoba ping pada CMD untuk mengecek apakah client sudah dapat terhubung dengan server.

Saatnya uji coba web server, gunakan browser untuk membuka web server yang telah dibuat. Buka domain dari server utama terlebih dahulu, apabila berhasil maka web server telah berjalan dan client sudah bisa mengaksesnya.

Sekarang uji coba untuk reverse proxy dengan mencoba mengakses menggunakan domain reverse yang telah dibuat. Apabila tampilan web server serupa dengan domain “nevtik.com” maka konfigurasi dari reverse proxy telah berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *