Halo sobat Negineers! Masih semangat belajar? Kembali lagi bersama kita dengan materi baru yaitu DHCP Reservation. Wah apa tuh? Oke check this out.
Berikut yang akan kita bahas:

  1. Pengertian dan Fungsi DHCP Reservation
  2. Analogi DHCP Reservation
  3. Langkah Konfigurasi DHCP Reservation pada Server
  4. Pengecekan pada Client

Sebelumnya, kita review sedikit tentang DHCP. Sebuah layanan yang berfungsi untuk meminjamkan IP kepada client yang melakukan request dan membutuhkan IP dalam satu jaringan yang sama. Lalu apa bedanya dengan DHCP Reservation?

  1. Pengertian dan Fungsi DHCP Reservation

DHCP Reservation adalah salah satu fitur yang ada di layanan DHCP. Fungsi nya sama dengan DHCP pada dasarnya yaitu meminjamkan IP kepada client yang request atau membutuhkan IP. Akan tetapi, hal yang perlu kita garis bawahi adalah kata reservation yang arti mudahnya adalah pemesanan tempat. Client yang membutuhkan IP akan melakukan pemesanan alamat IP yang FIX (tidak berubah) dalam jaringan server-client dengan mencatat Mac Address nya di server.

  1. Analogi DHCP Reservation

Saat bulan puasa, biasanya akan ada ritual buka bersama teman maupun keluarga. Nah untuk menghindari resiko kehabisan tempat, maka kita akan melakukan reservasi terlebih dahulu dengan pihak restoran. Analogi dimulai dari sini, saat menelfon Restoran untuk melakukan reservasi, kita akan diminta keterangan nomor telfon/lainnya juga nomor kursi untuk konfirmasi lanjutan kan? Sama seperti DHCP Reservation, untuk mendapatkan pinjaman IP FIX, kita perlu mencatat Mac Address Client beserta dengan IP yang akan dipinjamkan.

Lalu kenapa sih kita butuh DHCP Reservation? Kan sudah ada layanan DHCP yang langsung saja dapat pinjaman tanpa perlu mencatat satu persatu Mac Address Client? Begini Negineers, dalam suatu perusahaan besar itu penggunaan DHCP kurang cocok karena keperluan remote pegawai jadi susah, IP nya kan berganti/diperbarui tiap masa pinjaman nya habis. Jadi DHCP Reservation bisa jadi solusi IP DHCP Static daripada kita harus melakukan setting satu persatu PC Client, dan berpindah tempat memakan waktu dan tenaga. Sampai sini, apabila kurang mengerti, silahkan membaca ulang dari atas sebelum lanjut ke Konfigurasi.

  1. Langkah Konfigurasi DHCP Reservation

a. Konfigurasi IP Address

Lakukan konfigurasi IP address pada server, ketikkan command “nano /etc/network/interfaces” untuk mengedit konfigurasi IP address. Lalu tambahkan baris konfigurasi untuk interface eth0 sebagai berikut :

auto eth0

iface eth0 inet static

address 172.16.20.1

netmask 255.255.255.240

Jangan lupa untuk melakukan restart setalah melakukan konfigurasi agar konfigurasi tersebut dapat berjalan. Gunakkan command “/etc/init.d/networking restart” untuk merestart konfigurasi IP address.

b. Install Paket “isc-dhcp-server”

Setelah melakukan konfigurasi IP address selanjutnya yaitu menginstall paket dhcp server, caranya dengan mengetikkan command “apt-get install isc-dhcp-server”. Oiya untuk paket tersebut terletak di dvd 2 debian.

c. Konfigurasi DHCP

Setelah paket DHCP Server telah terinstall selanjutnya adalah melakukan konfigurasi file dhcp tersebut, gunakan command “nano /etc/dhcp/dhcpd.conf”. Lalu cari baris “slightly” dan isikan konfigurasi sesuai dengan IP address yang telah dikonfigurasi sebelumnya, perhatikan pada gambar diatas. Pastikan ikuti script yang tertera pada gambar diatas.

d. DHCP Reservation

Masih di dalam konfgurasi dhcp server, buatlah baris baru untuk melakukan konfigurasi dhcp reservation. Isilah baris baru tersebut seperti script yang diberi kotak merah. Berikut maksud dari script tersebut :

Client1 dengan Mac Address 08:00:27:BD:51:5B akan mendapatkan IP FIX 172.16.10.5
Client2 dengan Mac Address 08:00:27:F7:5C:04 akan mendapatkan IP FIX 172.16.10.8
Client3 dengan Mac Address 08:00:27:D2:29:63 akan mendapatkan IP FIX 172.16.10.10

Setelah konfigurasi diatas telah selesai maka selanjutnya save konfigurasi tersebut dan jangan lupa untuk merestart konfigurasi dhcp dengan command “/etc/init.d/isc-dhcp-server restart”.

    1. Uji Coba Client

Apabila konfigurasi nya berhasil, Mac Address dan IP yang sudah ditentukan akan sama seperti konfigurasi yang diatas.

CLIENT 1

CLIENT 2

CLIENT 3

Yup! IP yang didapatkan masing – masing client sesuai dengan yang sudah kita catat di konfigurasi DHCP pada Server. Sampai disini dulu materi kita kali ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

NEVTIK? Skill, Integrity, Passion! SIP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *