Konfigurasi SSH di Debian 7.8

Konfigurasi SSH di Debian 7.8

Debian

Hallo sobat engineers, kembali lagi dengan Nevtik. Kali ini, kita akan membahas tentang Konfigurasi SSH Server di Debian 7.8. Sebelum kita masuk ke konfigurasinya, apa sih SSH itu?

SSH (Secure Shell) adalah pengganti remote login seperti telnet, rsh dan rlogin yang memiliki fungsi utama untuk mengakses mesin secara remote dan menjamin keamanan selama melakukan transmisi data pada suatu jaringan. SSH merupakan protokol jaringan yang berjalan diatas TCP/IP Layer.
Langsung saja kita masuk ke konfigurasi dari SSH dengan Server Debian 7.8 dan Client yang sudah ada remote application nya.
Pertama kita masukkan CD1 yang terdapat paket SSH nya. jangan lupa untuk apt-cd rom add untuk melakukan scanning.
Install paket ssh dengan command seperti berikut
Pilih untuk melanjutkan instalasi berikutnya.
Lalu setelah installasi paket ssh selesai, masuk ke konfigurasi ssh untuk melihat/mengganti port dan autentikasinya dengan command seperti pada gambar,
Berikut adalah port SSH yaitu port 22, port ini bisa diganti angkanya sesuai dengan keinginan kita. Kita gunakan port 22
Kita yes permit root login (izin root untuk masuk) untuk diremote menggunakan ssh. Apabila kita ingin agar hanya user selain root yang masuk, maka permit root login yes kita ganti dengan tulisan no. Sekarang kita coba untuk mengizinkan user root.
Keluar dari konfigurasi dan menyimpan nya. ctrl+x y
Selanjutnya seperti biasa setelah melakukan konfigurasi pada paket di debian, kita harus merestart nya agar konfigurasi berjalan.
Konfigurasi sudah berhasil, untuk pengecekan kita coba di client, disini saya menggunakan software putty untuk remote nya.
  1. Isi IP address dari Server debian yang akan kita remote.
  2. Isikan Port yang tadi sudah dilihat, apabila dalam konfigurasi port nya kita rubah menjadi contoh, 2016 maka form port di putty juga kita isi 2016.
  3. Pilih SSH sebagai tipe koneksinya.
Pilih yes untuk masuk ke SSH jika ada notifikasi seperti berikut.
Login as kita isi dengan root dan password sama seperti debian server nya. Lalu kita berhasil masuk ke dalam server debian untuk melakukan remote access.
Konfigurasi SSH Server untuk remote sudah berhasil dijalankan. Selamat mencoba sobat engineers. Troubleshooting bisa ditanyakan pada kolom komentar dibawah ya kawan.

Membuat Subdomain dan Multiple Website di Debian 7.8

Membuat Subdomain dan Multiple Website di Debian 7.8

Debian

    Haloo sobat engineer.. Berjumpa lagi bersama nevtik, kali ini kita akan membahas mengenai subdomain dan multiple website. Ini merupakan materi lanjutan dari Konfigurasi DNS dan Web Server kemarin, bagi yang belum baca silahkan baca artikelnya terlebih dahulu ya.

    Sebelumnya apa itu subdomain? Subdomain merupakan cabang – cabang dari setiap domain yang telah kita miliki yang berfungsi untuk membedakan tiap – tiap domain tersebut. Semisal google memiliki layanan search engine dan email maka mereka tidak dapat menggabungkannya secara langsung kan, maka dari itu mereka membuat cabang domain seperti mail.google.com dan google.com untuk search engine. Kira – kira seperti itu penggambarannya. Sedangkan multiple website yaitu kita memiliki website dari tiap – tiap subdomain dan memiliki tampilan yang berbeda sesuai dengan fungsi masing – masing. Berikut langakah – langkah konfigurasi subdomain dan multiple website.

1. Masuk kedalam direktori bind

Sesuai dengan konfigurasi sebelumnya kita telah membuat file domain dan ip. Setelah itu kita hanya tinggal menambahkan subdomain kedalam file konfigurasi tersebut.

2. Konfigurasi File domain

Ketik command nano domain apabila sudah berada di dalam direktori /etc/bind. Setelah masuk kedalam file konfigurasi tersebut tambahkan subdomain. Disini kita ingin menambahkan subdomain www dan database. Maka kita hanya tinggal menambahkannya seperti gambar diatas. Setelah itu simpan konfigurasi yang telah diubah.

3. Konfigurasi File ip

Serupa dengan file domain, kita juga harus menambahkan subdomain pada file ip. Sebelumnya untuk masuk kedalam file tersebut gunakan command nano ip dengan catatan apabila kita telah berada di dalam direktori /etc/bind. Jangan lupa untuk save konfigurasi yang telah diubah.

4. Restart Bind9

Agar konfigurasi berjalan jangan lupa untuk restart bind9nya dengan command service bind9 restart. Setelah status oke langkah selanjutnya kita membuat multiple website untuk subdomain tersebut.

5. Masuk Kedalam Direktori Web Server

Untuk membuat multiple website maka kita harus menambahkan direktori untuk masing – masing subdomain. Secara default tampilan web server disimpan di /var/www didalamnya terdapat file index.html sebagai file html untuk semua domain kita. Agar mudah maka kita membuat direktori didalam /var/www untuk setiap subdomain yang telah dibuat.

6. Membuat Direktori Untuk Subdomain

Untuk membuat direktori baru gunakkan command mkdir. Buatlah direktori www dan database agar mudah diingat. Untuk membuatnya gunakan command mkdir www dan mkdir database
7. Copy File index.html
Copy file index.html ke setiap direktori yang tadi telah dibuat. Untuk mengcopy file tersebut gunakan perintah cp index.html www/ dan cp index.html database/. Pastikan sebelumnya kita telah berada di dalam direktori /var/www.
8. Edit File HTML WWW
Pertama – tama masuk terlebih dahulu kedalam direktori www yang telah dibuat dengan command cd /var/www/www. Setelah itu edit file index.html dengan menggunakan command nano index.html
Setelah itu edit file index.html sesuka kalian. Apabila telah selesai jangan lupa untuk disimpan agar hasilnya berubah. Untuk edit file index.html ini kita tidak perlu merestart apache2.
9. Edit File HTML Database
Lakukan konfigusasi seperti tahap sebelumnya, kita harus masuk dahulu kedalam direktori /var/www/database lalu edit file index.html dengan menggunakan command nano index.html. Setelah selasai diedit maka jangan lupa untuk disimpan.
10. Menambahkan Situs di Apache
Untuk menjalankan website yang sudah diedit maka kita terlebih dahulu harus menambahkan situs tersebut di apache2. Setelah itu masuk dengan cd /etc/apache2/sites-available, di dalamnya terdapat file default dan default-ssl.
Selanjutnya copy file default ke file situs yang akan dibuat, dengan perintah cp default www dan cp default database. Setelah itu kita tinggal konfigurasi file yang telah di copy tersebut.
11. Konfigurasi File www
Masuk kedalam file konfigurasi tersebut dengan perintah nano www. Tambahkan ServerName sesuai dengan subdomainnya dan masukkan DocumentRoot tempat file index.html tiap domain dibuat. Perhatikan tulisan yang telah diberi tanda kuning. Setelah itu jangan lupa simpan file konfigurasinya.
12. Konfigurasi File database
Sama seperti konfigurasi sebelumnya, kita hanya tinggal menambahkan ServerName dan mengedit DocumentRoot sesuai dengan peletakkan file index.html yang telah kita buat.
13. Mengaktifkan File www
Setelah selesai dikonfigurasi maka kita harus mengaktifkan file tersebut dengan command a2ensite www. Lalu kita harus mereload atau merestart apache2 agar konfigurasi tersebut dapat berjalan dengan command service apache2 restart/reload.
14. Mengaktifkan File database
Sama seperti cara sebelumnya kita harus mengaktifkan dengan command a2ensite database dan setelah itu mereload atau merestart apache2 dengan command service apache2 restart/reload.
15. Test Menggunakan Lynx
Untuk mengetest atau ujicoba websitnya gunakan command lynx nevtik.org . Apabila telah berubah maka konfiguarsi telah berhasil. Gambar diatas merupakan contoh dari subdomain www.nevtik.org.
Setelah semua berhasil maka konfigurasi telah selesai. Sekian artikel kali ini tentang subdomain dan multiple website semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi nevtik untuk mengetahui artikel tentang networking yaa sobat engineer.

Konfigurasi VLAN Pada Cisco

Konfigurasi VLAN Pada Cisco

Cisco

Hallo sobat engineers, Nevtik kembali lagi dengan tutorial kali ini yaitu konfigurasi VLAN pada cisco. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi VLAN, kita harus mengetahui apa itu VLAN ?

VLAN

VLAN merupakan singkatan dari Virtual LAN, maka LAN yang dibuat berbentuk virtual.Jika kita menggunakan switch unmanageable untuk membuat 2 jaringan yang berbeda tentunya kita membutuhkan 2 switch, berbeda dengan switch manageable, kita dapat membuat beberapa network sekaligus dalam 1 switch dengan menggunakan VLAN.

Konfigurasi Switch

Konfigurasi vlan cisco
Disini terdapat sebuah topologi VLAN yang akan kita konfigurasikan, terdapat 2 buah VLAN yaitu VLAN 10 dan VLAN 20, secara default switch telah memiliki 1 buah VLAN yaitu VLAN 1 yang anggotanya seluruh interface yang ada pada switch.
Langkah pertama yaitu kita buat VLAN 10 menggunakan config seperti gambar dibawah ini:
  • enable merupakan command untuk masuk kedalam privellage mode, ditandai dengan tanda “#”
  • configure terminal merupakan command untuk masuk kedalam global mode, ditandai dengan “config”
  • vlan 10 merupakan command untuk masuk kedalam vlan
  • name merupakan command untuk membuat nama pada VLAN,pada VLAN 10 diberi nama nevtik, pemberian nama bebas
  • interface range fa0/2-fa0/3 merupakan command untuk memasukan 2  interface sekaligus kedalam VLAN
  • switchport access vlan 10 memberikan akses VLAN kepada interface yang sudah dimasukan
  • exit command untuk keluar
Selanjutnya yaitu membuat VLAN 20,confignya sama seperti ketika membuat VLAN 10 yang membedakan hanya interface mana yang akan dimasukan sebagai anggota VLAN.
  • vlan 20 masuk kedalam vlan
  • name tkj memberi nama pada vlan yaitu tkj
  • interface range fa0/4-fa0/5 memasukan interface kedalam vlan
  • switchport access vlan 20 memberikan akses vlan kepada interface
Setelah itu kita tambahkan trunk pada interface fa0/1, interface ini mengarah ke router fungsi dari ttrunk ini yaitu membawa VLAN yang ada pada switch ke router, agar nantinya VLAN yang berbeda dapat saling terhubung, namun perbedaan mode trunk dan mode access yaitu jika mode access hanya membawa 1 VLAN saja, sedangkan mode trunk dapat membawa beberapa VLAN sekaligus.
  • interface fa0/1 masuk kedalam interface yang mengarah ke router
  • switchport mode trunk menambahkan mode trunk pada interface
  • switchport trunk allowed vlan all merupakan command agar semua VLAN dapat melewati trunk tersebut
Sekarang konfigurasi ip pada setiap pc, namun ip 10.10.1.1 dan 20.20.1.1 jangan digunakan pada client karna ip tersebut akan dijadikan gateway bagi setiap VLAN. Lalu tes ping ke pc yang berada dalam satu VLAN pastikan sudah bisa saling ping, ping juga ke pc yang berbeda VLAN.
Hasilnya gagal/rto mengapa demikian?, karena jika tidak ada router yang dijadikan gateway maka VLAN yang berbeda tidak akan bisa saling ping kecuali switch yang digunakan yaitu switch multilayer/switch layer 3.

Konfigurasi Switch

Selanjutnya kita konfigurasikan subinterface pada interface router yang mengarah ke switch, fungsi subinterface yaitu sebagai gateway yang akan dipakai oleh client agar VLAN yang berbeda dapat saling terhubung.
  • kabel yang menghubungkan switch dengan router masih berwarna merah, yang menandakan interface router masih down, untuk mengaktifkannya masuk terlebih dahulu kedalam interface fa0/1 dan aktifkan menggunakan command no shutdown
Setelah aktif kita konfigurasi subinterface pada interface fa0/0
  • interface fa0/0.10 command menambahkan subinterface,angka 10 merupakan VLAN 10
  • encapsulation dot1Q 10 command mengencapsulasi VLAN 10 dengan dengan tipe encapsulasi dot1Q(802.1q)
  • masukan ip address beserta netmasknya yang akan dijadikan gateway
  • lalu exit untuk keluar

Setelah subinterface selesai,sekarang tes ping ke pc yang berbeda VLAN awalnya memang time out, tetapi setalah time out pasti reply karena VLAN 10 mencari dulu mac address dari pc VLAN 20.

 

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.8

Konfigurasi DHCP Server di Debian 7.8

Debian
Konfigurasi DHCP Server
Halo sobat engineer, kembali lagi bersama kami dengan sebuah tutorial yang membantu kamu untuk memberikan ip address secara otomatis kepada client dengan bantuan layanan DHCP server. Sebelum masuk kepada konfigurasi membuat layanan ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu apasih DHCP itu ?

DHCP

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Protocol ini mempunyai basis arsitektur yaitu client server yang digunakan untuk memudahakan dalam pengalamatan ip address dalam sebuah jaringan. DHCP terbagi menjadi dua yaitu DHCP Server dan DHCP Client.

DHCP Server

DHCP server adalah layanan yang memberikan sebuah pengalamatan ip secara otomatis kepada client,komputer yang memberikan layanan tersebut dinamakan dengan DHCP server.

DHCP Client

Seorang client yang mendapatkan ip address secara otomatis dari server disebut dengan DHCP client

Jenis Alokasi DHCP

– Manual allocation 
Administator server membuat konfigurasi  pada yang mencatat MAC address dari setiap client dan dalam setiap MAC address sudah ditentukan masing-masing ip.
– Automatic allocation
Adminitator server melakukan konfigurasi pada server yang mengandung ip address yang nantinya akan diberikan kepada setiap client. Alamat ip akan terasosiasi dengan MAC address pada setiap client, maka akan secara permanen diasosiasikan sampai administator mengubahnya manual 
– Dynamic allocation
Hal ini tidak jauh berbeda dengan automatic allocation, tetapi server akan mencatat peminjaman ip (lease) dan akan memberikan ip yang lease-nya sudah expire kepada client yang lain.

Cara Kerja

DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP yaitu :
– IP Least Request 
Client meminta ip ke DHCP server yang tersedia pada jaringan tersebut. Pertama client yang terhubung akan mencari terlebih dulu ada atau tidaknya DHCP server pada jaringan tersebut.
– IP Least Offer 
Tahap ini dimana DHCP server akan memberikan jawaban permintaan ip dan memberikan penawaran kepada client berupa ip. Pemberian nomor ip akan diambil dari database DHCP server.
– IP Lease Selection 
Pada tahap ini client memilih nomor ip yang diberikan oleh DHCP server setelah itu client akan melakukan broadcast dan mengirim pesan persetujuan kepada DHCP server.
– IP Lease Acknowledge 
Tahap ini adalah dimana DHCP server memberikan tanggapan kepada client dengan memberikan nomor ip bersamaan dengan netmask dan default gateway. Setelah itu DHCP server akan mencoret nomor ip yang telah diberikan dari daftar pool .

Konfigurasi

Konfigurasi awal yaitu membuat ip address pada debian dengan perintah nano /etc/network/interfaces, konfigurasi ip sesuai kebutuhan pada contoh menggunakan 10.10.10.1 dengan netmask 255.255.255.0
Jika sudah jangan lupa untuk restart konfigurasi dengan service networking restart, selanjutnya menginstal aplikasi dhcp server yaitu isc-dhcp-server yang berada di cd 2, masukan terlebih dahulu cd 2 dan add dengan perintah apt-cdrom add, install aplikasi dhcp dengan perintah apt-get install isc-dhcp-server.
Jika sudah terdapat kalimat failed, itu memang wajar karena file dhcp belum dikonfigurasi, selanjutnya kita konfigurasi file dhcpd.conf dengan perintah nano /etc/dhcp/dhcpd.conf, akan terdapat banyak script disana cari kata yang bertulisan A slightly karena kita akan konfigurasi di deretan tersebut.
Konfigurasi DHCP
Hapus tanda pagar pada deretan subnet sampai kurung tutup dibawah, keterangan script:
subnet = ip network
netmask = ip netmask
range = rentang ip yang akan dibagikan
option domain-name-server = ip dns server
option domain-name = domain yang dipakai
option routers = ip yang dipakai oleh server / ip gateway yang akan di dapat client
option broadcast = ip broadcast
Ubah ipnya sesuai dengan ip yang dipakai, jika belum membuat dns option domain server dan option domain name biarkan saja.
Selanjutnya yaitu memilih interface mana yang akan dijadikan dhcp server dengan perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server, pergi ke deretan bawah dan pada kolom interface isi dengan interface yang dipakai
Seluruh konfigurasi sudah selesai restart aplikasi isc-dhcp-server dengan perintah service isc-dhcp-server restart jika masih failed restart kembali. Jika sudah saatnya test pada client, jika menggunakan virtual pastikan adapter yang digunakan sama dan hanya satu adapter virtual yang enable, jika sudah jadikan ip v4 obtain ip automatically pada adapter virtual sehingga mendapat ip otomatis.

Jalankan test ping pada client menuju server
Terdapat keuntungan dan kerugian yang ada pada layanan ini jika kita menggunakannya yaitu :
  • Memudahkan dalam mentransfer data kepada server atau pun client,karena ip disediakan secara otomatis/dynamic
  • Menghemat tenaga dan waktu ketika pemberian ip
  • Mencegah terjadinya ip konflik
  • Alamat ip mampu digunakan dengan jangka waktu yang lama
  • Semua client akan tidak bisa terhubung ketika server mati
  • Harus melakukan konfigurasi yang merumitkan
  • Terkadang client tidak mendapatkan ip 
    Konfigurasi Mail Server di Debian 7.8

    Konfigurasi Mail Server di Debian 7.8

    Debian

    Konfigurasi Mail Server

    Hallo sobat engineers, Nevtik kembali lagi dengan tutorial kali ini yaitu konfigurasi mail server. Sebelum kita masuk ke dalam konfigurasi Mail server, kita harus mengetahui apa itu Mail Server ?

    Mail Server 


    Mail server adalah salah satu layanan jaringan dari sistem operasi debian yang memungkinkan user yang kita buat untuk saling bertukar pesan elektronik (menerima/mengirim) satu sama lain dalam satu jaringan.

    Konfigurasi

    Hal yang pertama harus kita lakukan adalah konfigurasi IP di debian, semisal kita gunakan IP 10.10.10.1 dan dengan domain mail.nevtik.net. Selanjutnya kita akan mulai konfigurasi Mail Server dengan menginstall paket postfix, courier-imap dan courier-pop yang dimulai dari CD3. Jangan lupa untuk scan cd dengan apt-cdrom add, jika diminta untuk memasukan CD1 masukan.

    Jika sudah selesai maka akan muncul sebuah tampilan dengan latar belakang berwarna biru enter OK dan pilih internet site, pada system mail name sebelum diubah berisikan sebuah hostname debian tetapi kita ubah menjadi mail.nevtik.net sesuai dengan nama domain yang dibuat 
    Konfigurasi sytem mail name pada Mail Server
    Selanjutnya yaitu kita instal paket laiinya yang membantu dalam pengiriman pesan yaitu courier-imap dan courier-pop dengan perintah apt-get install courier-imap courier-pop jika muncul popup untuk directories web based pilih yes.
    Jika install sudah selesai kemudian membuat direktori untuk mail dengan perintah /etc/skel/Maildir dengan huruf M besar
    Membuat direktori mail server

    Jika sudah kita akan melanjutkan dengan konfigurasi file main.cf yang berada di direktori postfix dengan perintah nano /etc/postfix/main.cf pada baris bawah tambahkan script seperti ini.

    Konfigurasi postfix main.cf

    Kemudian jika sudah kita akan melakukan konfigurasi ulang postfix karena pada saat awal terdapat beberapa konfigurasii yang terlewati sehingga harus diulangi agar lebih menyeluruh. Untuk  pengulangannya kita menggunakan perintah dpkg-reconfigure postfix.

    Terdapat popup yang muncul, pilih internet site dengan system mail name sama seperti sebelumnya dan root postmaser ok saja, selanjutnya yaitu other destination untuk menerima mail perhatikan urutannya yaitu (domain), (hostname), localhost.localdomain, localhost jadi yamg diubah yaitu hanya dua, perhatikan juga tanda koma jika bingung dapat melihat contoh dibawah ini.

    Selanjutnya pilih no pada synchronus update dan pada local network tambahkan seperti dibawah ini
    Pilih no pada procmail enter pada mailbox size limit dan local address extension, pilih ip v4 karna kita menggunakan ip v4

    Jika sudah semua restart semua aplikasi yang dibutuhkan unutk membuat mail server yaitu postfix, courier-imap, dan courier-pop dengan perintah service {aplikasi} restart
    Selanjutnya kita akan mengetes mail server yang sudah dibuat, sebelum itu tambahkan user terlebih dahulu dengan nama user pertama yaitu nevtik dan passwordnya yaitu 123 tambahkan dengan perintah adduser {nama} jika sudah tambahkan lagi dengan nama academy dan passwordnya 123

    Untuk mengetes kita menggunakan telnet 25 untuk mengirim pesan dari nevtik kepada user academy dengan perintah telnet mail.nevtik.net 25

    Jika sudah cek pada mailbox user academy dengan perintah telnet mail.nevtik.com 110

    Konfigurasi DNS dan Web Server di Debian 7.8

    Konfigurasi DNS dan Web Server di Debian 7.8

    Debian

    Halo sobat engineer.. Berjumpa lagi bersama nevtik, kali ini kami akan memberikan tutorial membuat sebuah DNS dan Web Server dengan menggunakan Linux Debian. Sebelum masuk ke dalam konfigurasi kita harus mengetahui apa itu DNS dan Web Server. Apakah fungsi dari kedua hal tersebut.

    1. DNS (Domain Name System)

    DNS merupakan sebuah sistem penamaan untuk sebuah Web Server agar mempermudah pengguna untuk menemukan atau mencari sebuah website. DNS diibaratkan sebagai buku telepon yang berfungsi untuk menyimpan nama – nama beserta nomor telepon perbedaannya adalah setiap website atau web server pasti memiliki sebuah IP sebagai alamat server tersebut maka untuk mengunjungi sebuah website maka kita perlu memasukkan IP atau alamat dari web server tersebut. Coba bayangkan berapa banyak IP yang harus kita hafalkan apabila ingin mengakses sebuah website ?
    Oleh karena itu diciptakanlah DNS atau Domain Name System untuk mempermudah pengguna dalam mengakses sebuah website hanya dengan menggetikan sebuah URL sehingga kita tidak perlu susah untuk mengingat IP untuk mengakses sebuah website.

    2. Web Server

    Web Server merupakan sebuah server yang akan bertugas menampung seluruh informasi terhadap sebuah website. Setelah kita mempunyai sebuah DNS maka DNS tersebut dapat kita gunakan untuk bisa diakses menjadi sebuah website, maka diperlukan yang namanya sebuah web server agar semua pengguna dapat melihat segala informasi yang dibuat oleh server.

    Konfigurasi

    1. Konfigurasi IP Address di Debian

    Pertama – tama kita harus melakukan konfigurasi IP Address terlebih dahulu di Debian dengan tujuan untuk memberikan alamat bagi server. Dengan konfigurasi seperti gambar di bawah 
    Konfigurasi Ip Address
    Untuk melakukan konfigurasi seperti diatas kita dapat menggunakan perintah nano. File konfigurasi tersebut terletak di dalam /etc/network/interfaces. Sehingga kita dapat membukanya dengan cara mengetikkan nano /etc/network/interfaces

    2. Restart Konfigurasi IP Address

    Setelah melakukan konfigurasi IP Address langkah selanjutnya adalah kita melakukan restart. Tujuan dari restart adalah agar konfigurasi yang telah dimodifikasi dapat berjalan. Ingat kita akan melakukan restart berbeda dengan reboot. Disini kita hanya merestart servisnya saja tidak keseluruhan sistemnya.

    Perintah yang dapat digunakan salah satunya yaitu dengan command service, lalu diikuti dengan nama service atau nama paket aplikasinya dan yang terakhir perintah yang akan dijalankan misal (restart, start, dll). Sehingga menjadi sebuah command service networking restart.

    3. Menginstall Bind9

    Setelah konfigurasi IP selesai maka langkah selanjutnya yaitu mengintsall bind9. Bind9 disini berfungsi sebagai DNS Server seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai fungsi dari DNS itu sendiri. Untuk melakukan penginstallan kita menggunakan perintah apt-get install lalu diikuti dengan nama paket aplikasi yang akan diinstal. Sehingga commandnya adalah apt-get install bind9.

    4. Konfigurasi DNS (Membuat Zone)

    Pada Debian kita harus membuat zone terlebih dahulu, diibaratkan seperti mendaftarkan nama domain yang akan dibuat. Untuk mengakses file konfigurasi tersebut kita harus masuk terlebih dahulu ke dalam direktori /etc/bind. Untuk berpindah direktori gunakan command cd, lalu baru masuk ke dalam direktori cd /etc/bind. Didalam folder /etc/bind ada banyak file konfigurasi, pertama kita buka file named.conf.local terlebih dahulu dengan menggunakan nano named.conf.local. Pada gambar diatas pertama kami akan membuat zone domain nevtik.org dann file konfigurasinya terletak di /etc/bind/domain.
    Konfigurasi DNS named.conf.local
    Setelah membuat zone domain selanjutnya yaitu membuat zone untuk IP nya dengan memasukkan IP Server yang telah dibuat sebelumnya dan file konfigurasinya akan disimpan di /etc/bind/ip. Pada dasarnya peletakkan file tersebut bebas saja, tetapi agar mudah diingat dan konfigurasinya maka disimpan dalam direktori /etc/bind. Untuk penulisan IP pada konfigurasi tersebut dibalik dimulai dari kanan.

    5. Copy File db.local dan db.127

    Untuk melakukan konfigurasi file domain dan ip, kita harus terlebih dahulu mengcopy file dari db.local dan db.127 dengan menggunakan perintah cp. Ingat kita harus berada di dalam direktori /etc/bind. Lalu barulah copy file tersebut cp db.local domain dan cp db.127 ip.

    6. Konfigurasi File Domain dan Ip

    Setelah meyalin file db.local dan db.127 selanjutnya yaitu konfigurasi file yang sudah kita salin tadi yaitu domain dan ip, masuk ke dalam file domain dengan menggunakan perintah nano domain. Setelah itu akan muncul file konfigurasi, ubahlah tulisan localhost menjadi nama domain kalian atau domain yang dibuat di zone. Setelah itu tambahkan Ip server seperti gambar dibawah. Disini kita menggunakan www yang berfungsi sebagai subdomain.
     
    Selanjutnya konfigurasi file ip, masuk dengan perintah nano ip kemudian ubah localhost menjadi domain yang kita buat tadi yaitu nevtik.org ubah angka 1.0.0 menjadi ip belakang server karena pada tutorial menggunakan ip 172.16.20.1 maka ip belakangnnya yaitu 1 tambahkan juga subdomain yang dipakai yaitu www.nevtik.org.
     
    Konfiigurasi domain sudah selesai jangan lupa untuk di save dan restart aplikasi dengan perintah service bind9 restart. Setelah itu kita terlebih dahulu harus menambahkan nameserver atau identitas server agar client dapat membaca server tersebut. Maka kita harus mengkonfigurasi file resolv.conf dengan cara nano /etc/resolv.conf.
    Konfigurasi namserver debian

    7. Konfigurasi Web Server

    Sebelum membuat web server install terlebih dahulu paket aplikasi web server yaitu apache2 sebagai aplikasi web server dengan perintah apt-get install apache2. Setelah apache2 terpasang maka langkah selanjutnya kita menginstal lynx sebagai browser di debian untuk mengetest apakah web server telah berjalan atau tidak. Untuk menginstallnya gunakan perintah apt-get install lynx. Setelah semua aplikasi terinstall langkah selanjutnya yaitu mengetes web server tersebut dengan mengetikkan lynx www.nevtik.org. Maka akan muncul tampilan default websitenya.
    Untuk mengubah tampilan default tersebut maka kita harus mengubah isi file index.html web servernya, file tersebut terlletak di /var/www. Maka kita harus mengetikkan nano /var/www/index.html atau juga kita dapat masuk terlebih dahulu ke direktori /var/www, lalu nano index.html.
    Cara Mengubah Tampilan Web server
    Kalian dapat mengganti isi file html tersebut sesuka kalian. Setelah diganti maka kita hanya tinggal save saja, pada  kali ini apache2 tidak perlu direstart. Untuk melihat perubahannya maka gunakan perintah lynx www.nevtik.org.
    Konfigurasi mengenai DNS dan Web Server telah selesai.Terima kasih telah mengunjungi Nevtik semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi kalian semua. Have a nice day.